Perkuat Gerakan Koperasi Kredit di Lampung, Puskopdit Caraka Utama Gelar Lokakarya Daerah

Ketua Puskopdit Caraka Utama FX Siman pada acara pembukaan menggelar Lokakarya Daerah (Lokda) di Hotel Nusantara Bandar Lampung, Sabtu 21 April 2018.

Ketua Puskopdit Caraka Utama FX Siman pada acara pembukaan menggelar Lokakarya Daerah (Lokda) di Hotel Nusantara Bandar Lampung, Sabtu 21 April 2018.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com – Puskopdit Caraka Utama menggelar Lokakarya Daerah (Lokda) untuk memperkuat Gerakan Koperasi Kredit di Lampung. Acara yang berlangsung di Hotel Nusantara Bandar Lampung pada Sabtu 21 April 2018 ini mengusung tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Standarisasi Koperasi Kredit.”

Ketua Puskopdit Caraka Utama, FX Siman mengatakan koperasi didorong untuk terus berkembang agar manfaat bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya dirasakan.

“Puskopdit Caraka Utama memandang bahwa perlunya standarisasi bagi pengelola kopdit. Pendidikan atau pelatihan yang terstandar bagi pengurus, pengawas, manajemen maupun anggota harus terus dilakukan, sehingga pemahaman pengelola dan anggota tentang filosofi gerakan kopdit bisa sama,” ujarnya saat membuka lokakarya.

Menurut FX Siman, IT yang terstandar juga harus diupayakan, karena cepat atau lambat jika kita tidak memanfaatkan teknologi yang telah berkembang dengan pesat maka kopdit akan ditinggalkan oleh “generasi now”.

“Jangan sampai suatu saat anggota kopdit hanya tinggal “generasi old” sehingga pada akhirnya kopdit akan mati secara perlahan-lahan,” paparnya.

Maka dari itu FX Siman mengajak para pengurus, pengawas dan manajer koperasi kredit di Lampung untuk berdiskusi dalam Lokakarya Daerah ini.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi bersama untuk penguatan gerakan koperasi kredit di Lampung,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Satria Alam membeberkan kurang lebih 3.000 koperasi di Lampung yang telah berbadan hukum tidak sampai 50% yang mengadakan RAT di tahun ini.

“Dan GKKI di Lampung, dari 41 anggota Puskopdit Caraka Utama, tahun ini hanya 63% (26 kopdit) yang melaksanakan RAT. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi khususnya kopdit mengalami pasang surut,” pungkasnya.

Menurut Satria Alam, penyebab utama dari 27% kopdit yang tidak bisa mengadakan RAT tahun ini karena pengelola kurang fokus/serius dalam mengelola kopditnya sehingga usaha simpan pinjamnya tidak berjalan dengan baik.

“Beberapa indikatornya adalah kelalaian pinjaman cukup tinggi, pertambahan anggota lambat bahkan ada yang mengalami penurunan, terjadi rush atau penarikan simpanan tidak terkendali akibat kepercayaan anggota menurun, dan SHU menurun,” katanya.

Oleh sebab itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung mengapresiasi langkah Puskopdit Caraka Utama menggelar Lokakarya Daerah (Lokda) ini.

“Semoga dengan Lokda ini, dapat menghasilakan cita-cita yang diinginkan yakni memperkuat gerakan Koperasi Kredit di Lampung, agar masyarakat di Lampung semakin sejahtera,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebagai pemateri dari Lokda ini ialah penggiat koperasi nasional ; Haryono Daud dan Yohanes De Deo Widyastoko. Pada Minggu 22 April 2018 juga akan digelar  Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2017.***

Reporter : Robert

62 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *