Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi : “TTI Strategi Jaga Stabilitas Harga Pangan”

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Agung Hendriadi (kemeja putih), saat berkunjung ke TTI Daging yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari Bandar Lampung, Jumat (20/4).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Agung Hendriadi (kemeja putih), saat berkunjung ke TTI Daging yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari Bandar Lampung, Jumat (20/4).

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi melakukan kunjungan ke Toko Tani Indonesia (TTI) Daging di Jalan Pangeran Antasari Bandar Lampung.

Dalam kunjungannya Agung Hendriadi mengatakan untuk memberikan kebutuhan pangan yang murah, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga memiliki program yaitu Toko Tani Indonesia.

“Tujuan dibentuknya TTI ialah untuk menyediakan pangan murah berkualitas bagi masyarakat. Tidak hanya menghadapai hari besar seperti Romadhon dan Idul Fitri, tapi harga tetap murah sepanjang tahun,” katanya.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, di Lampung sudah berdiri  40 TTI yang menjual beras dengan harga murah untuk masyarakat.

“Tahun ini akan dibentuk lahi sebanyak 70 lagi. Dalam jumlah tersebut ada juga TTI daging,” bebernya.

Menurutnya selama ini kebutuhan pangan daging masih tergolong mahal. Oleh karenanya TTI daging menyediakan daging beku yang harganya sangat murah yaitu rata-rata hanya dijual Rp75 ribu rupiah perkilogram.

Masih menurut Agung Hendriadi, tujuan TTI daging didirikan sesuai arahan presiden untuk menyediakan daging yang harganya terjangkau oleh masyarakat kecil atau ekonomi menengah.

“TTI daging menjual daging sangat murah, tujuannya agar semua masyarakat bisa menikmatinya,” tambahnya.

Agung menambahkan, TTI daging menyediakan daging sapi beku, kerbau, jeroan. Perlu diketahui daging beku lebih aman dikonsumsi karena bakteri didalamnya sudah mati semua.

Dibeberkan Agung, sampai saat ini Kementerian Pertanian terus menambah gerai TTI Daging, bagi masyarakat yang ingin membuka dipersilahkan.

Adapun caranya yaitu mengajukan permohonan ke kementerian pertanian, dan itu tidak dipungut biaya, yang dibutuhkan hanya memiliki tempat usaha untuk mendirikannya.

“Adanya TTI ini bisa menekan kenaikan harga saat hari besar keagamaan seperti ramadhan dan hari besar lainnya. Hal itu terlihat sejak tahun 2017 lalu, gejolak harga kebutuhan pangan masyarakat tidak ada yang melambung tinggi,” katanya.

Salah satu strategi menekan harga menurut Agung Kementan mengaktifkan TTI yang menyediakan harga pangan yang cukup murah, kemudian mengajak suplier, gapoktan berkomitmen untuk menjual produk kepasar  tanpa menaikkan harga.

“Kementan juga meminta para suplier untuk menambah Produksi hingga 20 persen, untuk menjaga stok agar tidak langka. Kemudian pasar murah, semua itu untuk menjaga kestabilan harga pangan dimasyarakat,“ katanya.

Untuk diketahui, usai rapat dan kunjungan ke TTI daging, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung meninjau lokasi penggilingan padi di Kabupaten Pringsewu.

Hal itu dilakukan untuk melihat langsung  seberapa jauh komitmen dan kemampuan para petani dalam menyuplai beras ke pemerintah.

Untuk mendukung peningkatan produksi beras, Kementan telah banyak memberikan bantuan kepada para petani di Lampung berupa subsidi pupuk, benih, dan alat mesin pertanian gratis.***

Reporter : Robert

29 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *