Renungan Harian, Kamis, 19 April 2018

Ilustrasi Yesus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Ilustrasi Yesus. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Pekan III Paskah

INJIL: Yoh 6: 44-51

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak: ”Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

RENUNGAN:

Panggilan dasar kristiani berawal dari inisiatif Allah. Karena itu benar dan kita sungguh percaya akan firman Tuhan hari ini, tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku. Unsur pertama dari iman ekaristik adalah misteri Allah sendiri, yaitu kasih yang trinitaris. Dalam Ekaristi, Yesus tidak memberi kita suatu “barang”, tetapi diriNya sendiri. Dia memberikan tubuhNya sendiri dan mencurahkan darah-Nya sendiri kepada kita. Dengan demikian, Dia memberikan seluruh hidupNya kepada kita dan mengungkapkan kasih-Nya yang sejati. Dia adalah Putra yang kekal, yang diberikan Bapa kepada kita. Dialah anugerah istimewa yang menyelamatkan hidup kita. Dialah Sang penyelamat yang diutus Bapa kepada dunia, untuk kita semua.

Setelah Yesus memberi makan kepada ribuan orang dengan menggandakan roti dan ikan, berkatalah Dia kepada mereka yang datang ke Sinagoga di Kapernaum, “Akulah Roti Kehidupan yang telah turun dari surga. Jikalau seseorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang akan Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia (Yoh 6:51). Demikianlah Yesus menunjukkan bahwa Dia adalah Roti Hidup yang diberikan oleh Bapa kepada umat manusia. Sekarang, pemberian itu diwujudkan dan kita terima dalam Ekaristi melalui Misa Kudus yang kita rayakan.

Sebagai umat katolik, kita diajar dan mengakui bahwa Ekaristi adalah sekaligus sumber dan puncak hidup kristiani kita. Maka dari itu setiap kita menerima Ekaristi hidup kita dikuduskan. Itulah sebabnya juga mengapa kita yang akan menerima Ekaristi harus menyiapkan hati dan pikiran kita supaya pantas menerima-Nya. Di samping itu akhirnya kita menyadari bahwa mengapa Perayaan Ekristi dibuat dan diatur sedemikian rupa oleh Gereja karena sungguh makna perayaan Ekaristi sekedar perayaan biasa, bukan sekedar berdoa dan bukan sekedar memuji dan memuliakan Allah dalam nyanyian tetapi sungguh-sungguh dalam perayaan ini umat beriman selalu mendapat anugerah pengudusan dari Allah lewat pengorbanan Yesus di salib yang dilaksanakan satu kali untuk selamanya dan kini dihadirkan di atas altar. Maka kita pantas bersyukur kepada Allah karena selalu diberi kesempatan untuk bisa bersatu dengan Yesus melalui Ekaristi. Maka, mari kita mulai sekarang ini menyadari kalau kita pergi ke Gereja untuk merayakan Ekaristi, hati dan pikiran kita harus kita pusatkan pada Ekaristi itu dan kita persiapkan dalam hati dengan menerima Sabda-Nya terlebih dahulu. Hendaknya kita rayakan Ekaristi dengan penuh iman kepercayaan. Sebab disanalah kita diundang oleh Tuhan untuk keselamatan kita dan umat manusia lainnya.

DOA:

“Ya Yesus, aku bersyukur akan cinta-Mu yang tanpa batas. Engkau telah memberikan diri-Mu untuk keselamatanku. Berikanlah iman yang teguh agar aku juga mampu mencintai sesama tanpa batas. Semoga setiap kali aku merayakan Ekaristi bersama dan di dalam Gereja-Mu benar-benar merasakan kasih penyelamatan-Mu. Amin.”***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

61 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *