Renungan Harian, Sabtu, 17 Maret 2018

Ilustrasi orang-orang Farisi. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Ilustrasi orang-orang Farisi. Credits : https://www.facebook.com/thomas.suratno.7

Pekan IV Prapaskah

INJIL: Yoh 7,40-53

‘Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!”Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:”Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Jawab mereka: “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,”

RENUNGAN:

Ketika berada di Yerusalem, Yesus berkata: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum. Barang siapa percaya kepadaKu akan mengalami aliran air hidup di dalam hatinya” (Yoh 7:37-38). Tentu saja Yesus bermaksud membicarakan Roh Kudus yang akan dicurahkan kepada para muridNya. Mendengar perkataan Yesus ini, banyak orang menjadi tertarik dan ingin mengenal Dia. Apa pandangan mereka tentang Yesus? Orang-orang saat itu memang melihat tetapi tidak mengenalNya. Ada yang mengatakan bahwa Yesus adalah “nabi yang akan datang” (ayat 40). Ada yang mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias (ayat 41). Ada juga yang mengatakan Yesus bukan Mesias karena Dia orang Galilea. Seharusnya Mesias itu orang Bethlehem karena Daud berasal dari kota itu.

Perbincangan orang-orang tentang identitas Yesus menunjukkan bahwa Yesus memang istimewa. Yesus menarik perhatian mereka, seorang pribadi yang mengagumkan. Mereka sangat tertarik dengan semua perkataanNya. Sayang sekali mereka belum mengimani Yesus sehingga mereka ingin menangkap dan membunuhNya. Hanya Nikodemus yang tampil untuk membela Yesus. Ia berkata: “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuatNya?” (Yoh 7: 51).

Injil hari ini menarik perhatian kita. Orang-orang di Yerusalem saat itu memang melihat dan mendengar Yesus tetapi mereka tidak mengenal Dia. Orang-orang saat itu mirip dengan orang-orang zaman ini. Banyak yang mengaku pengikut Kristus tetapi tidak mengenal Yesus. Mereka jarang ke Gereja, orang Katolik “Napas” (Natal dan Paskah). Ada yang bahkan ekstrim: Tidak pernah ke gereja tetapi mudah tersinggung kalau orang lain menodai agama Katolik. Kalau ada orang yang membakar patung Bunda Maria, apalagi membakar gereja, mereka-mereka ini tampil, mau jadi pahlawan. Mereka berkata: “Kami ini tidak pernah ke Gereja tetapi merasa sakit hati kalau gereja kami diganggu”. Orang-orang seperti ini tidak hebat dan tidak kristiani karena Yesus Kristus tidak pernah mengajar tentang kekerasan dan saling membenci. Hal yang diajarkan Yesus adalah: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. (Mat 5:44).

Injil hari ini juga mengajarkan kepada kita supaya jangan cepat mengadili sesama dengan hanya melihat bagian luarnya saja. Orang-orang melihat Yesus, langsung berniat jahat terhadap Dia. Bukankah banyak di antara kita juga demikian: lebih cepat mengadili, berprasangka buruk dari pada melihat kebaikan dan jati diri sesama sebagai manusia yang baik, yang diciptakan secitra dengan Tuhan Allah sendiri. Kita di sini dikoreksi untuk melakukan sebuah pertobatan. Pertobatan dalam hal apa? Kita diingatkan untuk melihat dan mengenal Yesus di dalam diri sesama. Layanilah sesama terutama saudara yang paling kecil adalah sama dengan melayani Yesus sendiri (Mat 25:40). Kita juga diingatkan untuk melihat hal-hal terbaik di dalam diri sesama. Mari kita ikut Yesus yang tidak memperhatikan dosa-dosa kita, tetapi iman kita. Iman yang menyelamatkan!

DOA:

“Ya Tuhan Allah, bantulah aku untuk dapat melihat hal-hal terbaik di dalam diri sesama kami. Sehingga aku tidak cepat mengadili mereka tetapi sungguh dapat menghargai mereka. Amin.”***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

116 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *