Renungan Harian, Rabu, 21 Februari 2018

Ilustrasi Yesus mengajar. (www.facebook.com/thomas.suratno.7)

Ilustrasi Yesus mengajar. (www.facebook.com/thomas.suratno.7)

Pekan I Parpaskah

INJIL: Luk 11:29-32

Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Yunus!”

RENUNGAN:

Kebanyakan dari manusia terlahir dengan lima indra yang semuanya berfungsi dengan baik. Karenanya, kita dapat berlari, kita dapat mencium bau, dan kita dapat melakukan aktifitas indra sebagaimana mestinya. Singkat kata, kita dapat menggunakan kelima panca indra kita sebagaimana mestinya. Namun ada di antara kita, ada saudara-saudara kita yang tidak seberuntung kita, ada saudara-saudara kita yang tidak dapat melihat indahnya pelangi, ada saudara-saudara kita yang tidak dapat mendengar indahnya alunan musik dan nada, pula saudara-saudara kita yang tidak pernah berkata kalau dia sedang sedih atau senang. Tapi, ada sesuatu yang seringkali tidak kita punyai tapi mereka punya. Yaitu kepercayaan. Mereka percaya kalau pelangi itu indah walau tidak melihat. Mereka percaya kalau music itu merdu walaupun tidak mendengar dan mereka pernah merasa sedih dan senang walau mereka tak mampu mengucapkannya. Kita yang terlahir dengan lima indra yang sempurna ini seringkali tidak percaya. Kita seringkali tidak percaya kalau kita tidak melihat bukti, kita tidak percaya jika kita tidak mendengar, dan kita tidak percaya kalau tidak terucap. Jika halnya demikian, kita termasuk orang-orang yang dikecam oleh Yesus karena kita kurang percaya

Injil Hari ini berbicara tentang tanda Nabi Yunus. Di mana orang-orang yang kurang percaya selalu menuntut tanda. Mereka menuntut tanda-tanda yang dapat ditangkap oleh indra. Mereka tidak dapat percaya. Padahal mereka sendiri telah berulangkali melihat tindakan Yesus mulai dari membuat mujizat sampai meyembuhkan orang yang sakit. Tapi sepertinya mereka belum percaya juga.karena itu, Yesus mengatakan bahwa satu-satunya tanda yang akan mereka dapatkan ialah tanda nabi Yunus. Pada zaman nabi Yunus, orang-orang Niniwe bertingkah laku tidak baik. Maka Tuhan mengutus nabi Yunus untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang Niniwe, bahwa dalam waktu empat puluh hari jika Niniwe tidak bertobat maka Niniwe akan dihancurkan. Apa yang terjadi selanjutnya, Niniwe berpuasa dan akhirnya bertobat. Maka Tuhan Yesus juga ingin menjadi tanda seperti nabi Yunus. Tuhan Yesus ingin menjadikan dirinya tanda bagi dunia bahwa kerajaan Allah sudah datang. Namun Kita seringkali menjadikan diri kita orang yang kurang percaya. Kita cenderung menuntut tanda yang dapat ditangkap oleh indra.

Maka, belajar dari injil hari ini, kita dapat belajar dari saudara-saudara kita yang mungkin tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar dan bahkan tidak dapat berbicara tapi mereka senantiasa percaya. Masa Prapaskah adalah masa yang tepat untuk berubah. Mari kita mengubah sikap kita mulai dengan hal-hal kecil. Kita dapat mulai dengan sikap percaya kita kepada Tuhan yakni dengan cara percaya bahwa Ia senantiasa hadir dalam orang-orang disekitar kita terutama yang membutuhkan. Janganlah kita hanya menuntut bukti bahwa Tuhan itu ada, Tuhan itu mahakuasa yang sekaligus maharahim. Tetapi marilah kita sebagai orang beriman belajar menggantungkan hidup kita pada Tuhan. Hanya karena belaskasih pengampunan-Nya kita akan mengalami keselamatan yang datang dari Dia. Tuhan Yesus adalah tanda belaskasih Allah kepada kita manusia yang nyata yang selalu menyertai hidup kita.

DOA:

“Ya Tuhan, kasihMu sungguh luar biasa untuk hidupku. Bantulah aku untuk melihat semuanya itu. Bukalah mata hatiku terlebih bagi aku yang kurang percaya dan ingin selalu menuntut bukti ini. Terpujilah nama-Mu kini dan sepanjang segala masa. Amin.”***

Reporter : Robert

77 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *