Gubernur Ridho Sambut Baik Program “Unhan Mengajar”

Plt. Sekda Provinsi Lampung Hamartoni Ahadist saat menerima audiensi dari Universitas Pertahanan (Unhan) di Ruang Rapat Sekda, Senin 15 Januari 2018.

Plt. Sekda Provinsi Lampung Hamartoni Ahadist saat menerima audiensi dari Universitas Pertahanan (Unhan) di Ruang Rapat Sekda, Senin 15 Januari 2018.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Gubernur Muhammad Ridho Ficardo menyambut baik program “Unhan Mengajar” yang dilaksanakan Universitas Pertahanan di Provinsi Lampung. Program yang masuk dalam rangkaian Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) tersebut, memilih SMAN 2 Bandar Lampung dan SMAN 1 Bandar Lampung sebagai tempat diterapkannya “Unhan Mengajar” dengan materi Bela Negara. “Kita sangat mengapresiasi program ini karena pengetahuan bela negara sangat penting bagi generasi muda,” ujar  Plt. Sekda Provinsi Lampung Hamartoni Ahadist usai menerima audiensi dari Universitas Pertahanan (Unhan) di Ruang Rapat Sekda, Senin 15 Januari 2018.

“Unhan Mengajar” merupakan program yang sesuai dengan Program Nawacita dan Tri Dharma perguruan tinggi yakni pendidikan penelitian, dan pengabdian masyarakat. Program ini dilaksanakan di Provinsi Lampung, sesuai perintah langsung Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Menurut Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pertahanan Brigjen TNI Dr (Cand). Deni D.A.R, M.Si., mewakili  Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Dr. I Wayan Midhio , M. Phil, Provinsi Lampung kini menjadi sorotan nasional. Selain karena potensinya, juga karena adanya rencana Pemerintah Pusat memindahkan tiga BUMN industri pertahanan ke Provinsi Lampung. Ketiga BUMN tersebut: PT. Dirgantara, PT. Pindad dan PT. PAL.

Unhan merupakan bagian dari Industri petahanan di bidang Akademik dari Kementerian Pertahanan, yang perlu melakukan peninjauan dari sisi akademis di Lampung. “Semula sasaran kami di Jawa Timur tetapi di akhir tahun diperintahkan oleh Menteri Pertahanan untuk ke Lampung. Ini semua karena Provinsi Lampung akan dijadikan rencana pembangunan 3 BUMN Industri Pertahanan,” ujar Deni.

Petinggi Unhan ini juga menyampaikan rasa kagumnya atas pembangunan Lampung yang sangat pesat. “Pada tahun 2001 saya ke Batu Raja menggunakan kereta api, keadaan di Lampung masih sepi. Lalu tahun 2007 saya ke Palembang menggunakan lintas timur juga masih sepi. Namun, pada tahun 2018 saya begitu terkejut dari Bandara menuju ke kantor Gubernur luar biasa padatnya. Pembangunan yang berlangsung oleh Pemprov saat ini sangat luar biasa,” uajr Deni.

Bukan hanya itu Provinsi Lampung dinilai layak menjadi Provinsi untuk pembelajaran Bela Negara karena Lampung mencalonkan diri untuk menjadi alternatif ibu kota negara. “Semua tertuju sekarang ke Lampung. Di sisi maritim (lautnya) memiliki sejarah yang tinggi. Panglima dari China Laksamana Cheng Ho juga dulu pada saat mau melaksanakan agresinya ke Pulau Jawa dia istriahat di Pulau Teluk Semangka.

Jadi banyak sekali yang ingin kita dapatkan di Lampung ini. Maju terus Provinsi Lampung, Semangat,” ujarnya berapi-api.***

Reporter : Robert

32 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *