Paus Fransiskus Ingin Ubah Doa Bapa Kami, Ini Alasannya

Paus Fransiskus, memegang cawan diatas altar saat memimpin misa di taman Suhrawardy Udyan, Dhaka, Bangladesh, 1 Desember 2017. Umat Katolik di Bangaldesh kurang dari satu persen dari populasi 169 juta orang. AP

Paus Fransiskus, memegang cawan diatas altar saat memimpin misa di taman Suhrawardy Udyan, Dhaka, Bangladesh, 1 Desember 2017. Umat Katolik di Bangaldesh kurang dari satu persen dari populasi 169 juta orang. AP

SUARAWAJARFM.com – Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, telah meminta perubahan pada kata-kata doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus, yaitu doa Bapa Kami. Perubahan itu diusulkan karena ada kalimat yang menurut Bapa Suci umat Katolik itu mendeskreditkan Tuhan.

Seperti dilansir Independent pada Sabtu, 9 Desember 2017, Paus menyebutkan ada kalimat yang menyiratkan Tuhan seakan-akan memberi godaan.

Dalam doa Bapa Kami, terdapat kalimat yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dari bahasa Ibrani, yang berbunyi meminta Tuhan untuk tidak membawa manusia ke dalam godaan.

Berbicara kepada televisi Italia TV2000, Paus mengatakan dia percaya kata-kata itu harus diubah untuk mencerminkan bahwa bukan Tuhan yang menyebabkan manusia berdosa.

“Ini bukan terjemahan yang bagus karena ini berbicara tentang Tuhan yang menginduksi godaan,” katanya.

Dia menambahkan: “Akulah yang jatuh. Bukannya dia mendorong saya ke dalam godaan untuk kemudian melihat bagaimana saya telah jatuh.

“Seorang ayah tidak melakukan itu. Seorang ayah membantu Anda untuk segera bangun.

“Setanlah yang membawa kita ke dalam godaan, itulah kerjanya.”

Seorang ahli teologi gereja Anglican mengatakan mengubah kata dari doa ini memiliki resiko. “Kata yang dipertanyakan adalah ‘peirasmos’ yaitu bermakna mencoba an teruji,” kata Reverend Ian Paul. Menurut dia, Paus memiliki argumentasi soal ini. Hanya saja ini mulai memasuki ranah debat teologis mengenai sifat dari kejahata.

Paus berusia 80 tahun itu juga menyoroti Gereja Katolik di Prancis telah menyesuaikan doa ini dengan menggunakan ungkapan “jangan sampai kita jatuh ke dalam godaan” sebagai gantinya.

Doa Bapa Kami, yang dihafalkan oleh miliaran orang Kristen di seluruh dunia, muncul dalam Alkitab.

Kata-kata dalam doa saat ini adalah terjemahan dari bahasa Latin vulgate, yang sebelumnya diterjemahkan dari bahasa Yunani kuno.

Teks asli ditulis dalam bahasa Aram. Para sejarawan bahasa percaya bahwa doa itu diucapkan sendiri oleh Yesus Kristus.***

Reporter : Robert

74 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *