Renungan Harian, Selasa, 28 Nopember 2017

Ilustrasi Bait Suci. Foto : ringun.blogspot.com

Ilustrasi Bait Suci. Foto : ringun.blogspot.com

Pekan XXXIV

INJIL: Luk 21:5-11

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yg dihiasi dengan batu yg indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” JawabNya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yg dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yg dahsyat dari langit.

RENUNGAN:

Bait Allah adalah tempat ibadah yg menjadi kebanggaan bangsa Yahudi. Kebanggaan yg dibarengi dengan kemegahan Bait Allah memberi kesan bahwa ia akan bertahan selama-lamanya sehingga mustahil untuk runtuh atau diruntuhkan. Murid-murid Yesus yang berada di Bait Allah kagum ketika mengamati kemegahan bangunan tersebut. Mungkin terbersit kebanggaan dalam hati mereka sebagai seorang Israel. Tetapi Yesus mengejutkan mereka yang memuji kemegahan Bait Allah. Karena Yesus memperingatkan bahwa Bait Allah yang merupakan pusat ibadah orang Israel dan menjadi lambang kehadiran Allah, suatu saat akan hancur. Lalu sebelum keruntuhan Yerusalem terjadi pada tahun 70 ada beberapa tanda yang terjadi.

Para murid tampaknya mengira bahwa itu terjadi karena Yesus akan datang untuk menggenapi kemesiasanNya. Maka Yesus menegur mereka untuk tidak terlalu cepat mengharapkan kedatanganNya yg kedua kali. Mereka juga harus waspada agar tidak sampai disesatkan oleh mesias palsu yang mengklaim bahwa mereka adalah Mesias (Kristus, orang yang diurapi Allah secara khusus) dan menyatakan bahwa akhir zaman akan segera tiba. Lalu Yesus menjabarkan peristiwa yg akan terjadi sebelum kehancuran Bait Allah dan Yerusalem Ini berarti murid-murid perlu waspada dan tidak disesatkan. Akan terjadi peperangan dan pemberontakan. Akan terjadi gempa bumi, penyakit dan kelaparan serta tanda-tanda alam lainnya.

Memanglah demikian bahwa dari zaman ke zaman para murid Kristus harus mengalami berbagai derita dan tipu daya si jahat yang berusaha membuat lengah dan lemah. Jangan biarkan bujuk rayu dosa atau pemutarbalikkan ajaran atau tekanan aniaya mengalihkan sikap setia dan berjaga-jaga kita kepada Yesus Kristus.

Dari Sabda yang kita dengar hari ini, kita bisa mempersiapkan diri kita untuk dapat bertahan hidup sebgai orang beriman. Manakala Mesias palsu dan orang yang mengaku sebagai Mesias bermunculan, hendaknya kita waspada dan selalu ingat akan nubuatan Yesus dalam Sabda hari ini. Lalu apa yang akan terjadi pada Hari Tuhan. Hari Tuhan sebenarnya merupakan hari sukacita dan bahagia bagi orang yang takut akan Tuhan. Hari Tuhan memberikan ketegaran & kekuatan bagi setiap orang yang mencintai Tuhan dan tekun dalam pekerjaan Tuhan. Memperjuangkan kebenaran di jalan Tuhan pastilah berat, sebab orang tersebut sedang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan kekal. Para murid, termasuk kita semua yg percaya, akan mengalami penganiayaan dan kesesakan yang justru menjadi kesempatan bagi para murid untuk bersaksi ttg Mesias. Ingatlah dari ketaatan dalam Yesus menghasilkan iman, dari penderitaan muncullah kesetiaan, inilah dasar iman yg kokoh. Penderitaan dalam Yesus bukanlah akhir dari segalanya, karena Tuhan pasti membela dan membawa jiwa ke Surga yg abadi. Dibutuhkan iman yang teguh dan kuat dalam menghadapi semua derita hidup dan menjalankan semua penganiayaan. Semua keinginan sebaiknya ditujukan pada kesempurnaan pekerjaan Tuhan bukan kebahagiaan pribadi yang fana, karena hanya padaNya kita dapat dibela dan diselamatkan.

DOA:

“Ya Allah Bapa di surga, kuatkanlah imanku akan penderitaan yang kualami akibat dari menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran sejati yang berasal dari-Mu. Curahkanlah Roh Kudus-Mu selalu sehingga aku mampu bertahan untuk tetap beriman kepada-Mu, sekarang dan selamanya. Amin.”***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

29 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *