Gubernur Ridho Bagikan Baju Batik untuk 26 Ribu Guru SMA/SMK

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono pada peringatan Hari Guru Nasional 2017 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia ke-72, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Kamis 23 November 2017

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono pada peringatan Hari Guru Nasional 2017 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia ke-72, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Kamis 23 November 2017

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo membagikan baju batik untuk 26 ribu guru SMA dan SMK se-Provinsi Lampung, dalam memperingati Hari Guru Nasional 2017 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia ke-72, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Kamis 23 November 2017. Pembagian tersebut secara simbolis melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono .

Sutono mengatakan PGRI sebagai organisasi profesi harus siap mentransformasi perubahan sebagai kekuatan moral intelektual.

“PGRI terus menerus mengajak dan mendorong seluruh pengurus dan anggota untuk belajar, mengakrabi teknologi, dan beragamnya sumber belajar sebagai pusat pengembangan diri dan pengembangan pengetahuan dan keterampiian anak didik,” ujar Sutono.

Sosok guru inspiratif adalah yang mengedepankan sikap teladan, bijak penuh welas asih, memiliki disiplin diri yang kuat, mengedepankan kata-kata positif, tidak segan memberikan apresiasi atas hasil karya siswa, dan menghormati tanpa pilih kasih.

“Guru adalah sosok yang menyatukan keberagaman dan senantiasa ingin memberi serta tidak menyerah dengan beragam tantangan yang dihadapi. Itulah cerminan sikap sejati pendidik,” kata Sutono.

Dia menuturkan perubahan pola pikir guru menjadi perhatian serius PGRI yang berkomitmen menjadikan guru sebagai motor penggerak perubahan menuju bangsa yang maju dan berkepribadian Indonesia.

“Diharapkan adanya perubahan pols pikir pengelola pendidikan di berbagai tingkatan dalam memperbaiki tata kelola pendidikan utamanya tata kelola guru. Berbagai persoalan pendidikan kiranya dapat diurai melaiui tata kelola guru yang jelas, sistematis, dan komprehensif,” ujar Sutono.

Sutono mengpresiasi seluruh guru, tenaga pendidik, utamanya guru honorer yang selama ini tiada kenal lelah mengisi kekosongan guru dengan mengajar sepenuh hati. “Tanpa dedikasi mereka, dapat dibayangkan bagaimana proses pembelajaran berlangsung bila gurunya tidak ada. Adalah wajar, apabila berbagai pihak memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan peningkatan kualitas mereka,” kata Sutono.

Pada kesempatan itu juga, Sutono mengatakan Gubernur Ridho berkomitmen memajukan pendidikan. Gubernur Lampung memprioritaskan bidang pendidikan dan mengalokasikan anggaran dari 2016 sebesar 23% dan pada 2017 naik menjadi 37% yang itu di atas kewajiban dari perundang-undangan yang hanya 20%. Bentuk perhatian terhadap kesejahteraan guru, katan Sutono, antara lain memberikan sertifikasi guru menjadi profesional.***

Reporter : Robert

50 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *