Renungan Harian, Sabtu, 21 Oktober 2017

Ilustrasi Yesus. Suber foto : suarainjil.com

Ilustrasi Yesus. Suber foto : suarainjil.com

Pekan Biasa XXVIII

INJIL: Luk 12,8-12

Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”

RENUNGAN:

Abraham adalah salah satu figur penting di dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Abraham adalah tokoh atau figur yang dipanggil oleh Tuhan di Ur daerah Kasdim. Dia dipanggil oleh Tuhan Allah karena mengimaniNya. Ia beriman kepada seorang Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan. Imannya ini yang mengubah seluruh hidupnya karena ia bisa mendengar dan mentaati Allah. Ia terbuka kepada Allah dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Allah sendiri.

Iman Abraham adalah iman yang murni dan total. Seluruh hidupnya ia percayakan kepada Tuhan Allah yang mahabesar. Hal ini ia tunjukkan dalam pengalaman kebersamaan dengan Sara. Sara sudah memasuki usia senja dan rahimnya boleh dikatakan sudah mati. Tetapi Tuhan memiliki rencana istimewa baginya. Tuhan memberinya keturunan sebagaimana Ia sudah menjanjikannya kepadanya. Karena imannya Tuhan menjadikan dia sebagai bapa segala bangsa.

Kisah Abraham dengan imannya yang murni dan total membantu kita untuk mengikuti teladannya. Ia mendengar Tuhan dan mematuhi semua rencanaNya. Ketaatan Abraham sebagai orang beriman masih memiliki dampak bagi kehidupan kita secara pribadi. Kita mengimani Tuhan Allah di dalam diri Yesus Kristus PuteraNya melalui pewartaan para Rasul. Setiap kali kita mengakui iman kita, kita mengakui iman dan kepercayaan yang pernah diakui para rasul. Mereka mewariskan kepada kita secara turun temurun iman yang sama. Kalau kita telusuri lebih jauh, kita akan tetap merasa bahwa Tuhan sudah menjanjikan kepada Abraham dan keturunannya termasuk kita semua. Apakah anda bersyukur karena memiliki iman sebagai anugerah cumi-cuma dari Tuhan?

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa iman adalah keutamaan adikodrati yang mutlak perlu bagi keselamatan. Iman adalah anugerah cuma-cuma dari Allah dan tersedia bagi semua orang yang dengan rendah hati mencarinya. Tindakan iman adalah tindakan manusiawi, yaitu tidakan intelek manusia, terdorong oleh kehendak yang digerakkan oleh Allah yang dengan bebas mengamini kebenaran ilahi. Iman juga pasti karen mempunyai dasar pada Sabda Allah, iman bekerja “oleh kasih” (Gal 5:6). Iman berkembang terus menerus dengan mendengarkan Sabda Allah dan doa.Dengan iman, bahkan sekarang ini juga, orang mencecap kegembiraan surga. (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 28). St. Agustinus berkata: “Aku percaya untuk mengerti, dan aku mengerti untuk percaya lebih baik”.

Berkaitan dengan iman, Tuhan Yesus berkata: “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah”. Para murid Yesus diingatkan untuk tidak malu atau minder dalam memberi kesaksian akan Yesus karena Yesus sendiri memberi kesaksian kepada BapaNya. Apabila Yesus Putera tidak mengakui manusia di depan Allah Bapa dengan mengatakan “tidak mengenal” maka dampaknya adalah kehancuran. Roh Kudus bekerja di dalam diri setiap orang percaya untuk mengakui imannya. Oleh karena itu celakalah orang yang menutup hatinya kepada rencana keselamatan yang di berikan Allah di dalam diri Yesus. Tentang hal ini Yesus mengatakan bahwa barangsiapa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni. Roh Kuduslah yang mengajar manusia untuk beriman.

Sabda Tuhan pada hari ini mengarahkan kita untuk bertumbuh dalam iman. Iman diwariskan Tuhan secara turun temurun dalam diri orang-orang benar. Semoga dengan iman kita semua memperoleh keselamatan di dalam diri Yesus Kristus.

DOA:

“Ya Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosaku, tetapi perhatikanlah selalu iman dan kepercayaanku kepadaMu. Tumbuh dan kembangkanlah imanku sedemikian rupa sehingga aku dapat memuji dan memuliakan nama-Mu selalu. Amin”.***

Oleh : RP Thomas Suratno, SCJ

45 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *