Provinsi Layak Anak, Menteri PPPA Apresiasi Gubernur Lampung

Menteri Yohana pada kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) dan penandatanganan komitmen Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sebagai inisiator Provila dan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se-Provinsi Lampung di Balai Keratun, Selasa 17 Oktober 2017.

Menteri Yohana pada kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) dan penandatanganan komitmen Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sebagai inisiator Provila dan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se-Provinsi Lampung di Balai Keratun, Selasa 17 Oktober 2017.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise, mengapresiasi kebijakan Gubernur Lampung mendeklarasikan sebagai Provinsi Layak Anak (Provila). Ini menunjukkan pemerintah daerah hadir membangun anak untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Membangun anak berarti dua sisi yaitu pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak,” kata Menteri Yohana pada kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) dan penandatanganan komitmen Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sebagai inisiator Provila dan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se-Provinsi Lampung di Balai Keratun, Selasa 17 Oktober 2017.

Perlindungan anak, kata Menteri, merupakan amanat Konvensi Hak Anak yang diratifikasi melalui Kepres 36 Tahun 1990. Sejak saat itu Indonesia mendukung gerakan dunia untuk menciptakan World Fit For Children (Dunia yang layak bagi anak. Gerakan ini diwujudkan dalam bentuk Indonesia Layak Anak (Idola) 2030.

Dalam kampanye yang diikuti 400 anak SD, SMP, dan SMA ini, Menteri Yohana menyampaikan setiap anak memiliki hak yang layak. “Setiap anak memiliki hak sipil dan kebebasan yaitu semua anak harus memiliki akta kelahiran yang harus disediakan gratis,” kata Menteri Yohana.

Selain itu, memperoleh tempat Informasi Layak Anak (ILA) dan menekankan lingkungan keluarga adalah pengasuh utama dan pertama. Anak-anak berhak memperoleh kesehatan dan kesejahteraan. Kemudian, pendidikan layak dan tidak boleh ada anak putus sekolah.

“Kementerian siap mendampingi mempersiapakan kabupaten/kota layak anak. Ada beberapa penghargaan kami berikan bila indikator tertentu dicapai. Dimulai dengan pengharggaan pratama, setelah itu madya dan nindya serta utama. Baru bisa dikatakan layak anak,” kata Yohana.

Salah satu indikatornya, pengasuhan anak melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspangga). Harus dibuat sekolah ramah anak dan puskesmas ramah anak. “Itu semua adalah upaya untuk meningkatkan level kabupaten/kota,” kata Menteri.

Di sisi lain Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, diwakili Sekda Sutono menyampaikan program KLA ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan anak seperti kekerasan dan kejahatan seksual. “Tindak Kekerasan pada anak di Lampung masih tinggi. Pemerintah daerah harus melakukan upaya menekan tindak kekerasan itu dengan cara menjadi KLA,” kata Sutono.

Terlebih kondisi geografis Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera sekaligus penyangga Jakarta, sehingga membutuhkan penanganan ekstra pembinaan dan fasilitas agar anak dapat hidup layak. “Salah satu upaya yang dilakukan Pak Gubernur Ridho adalah mempersiapkan Enggal Elephant Park sebagai salah satu tempat untuk bermain anak di Bandar Lampung,” ujar Sutono.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi komitmen mewujudkan Lampung menjadi Provila 2028, melalui KLA. Deklarasi ditandatangani Gubernur Lampung 15 Bupati/Wali Kota se-Lampung yang disetujui Menteri PPPA.***

Reporter : Robert

24 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *