Gubernur Ridho Minta Aparat Deteksi Dini Potensi Konflik Sosial

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo bersama Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Staf Operasi Polri (Sops) Mabes Polri, Brigjen Jati Wiyono.

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo bersama Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Staf Operasi Polri (Sops) Mabes Polri, Brigjen Jati Wiyono.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meminta aparat pemerintah dan keamanan meningkatkan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial. Menurut Gubernur Ridho, dalam menangani konflik sosial, kuncinya peringatan dan deteksi dini.

“Di Lampung masih sering terjadi konflik sosial. Kunci menyelesaikannya, ada di aparatur dalam melakukan deteksi, ketegasan, kehadiran di lapangan tepat waktu, dan dukungan aparat keamanan,” kata Gubernur saat menerima kunjungan Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Staf Operasi Polri (Sops) Mabes Polri, Brigjen Jati Wiyono, Rabu 18 Oktober 2017.

Konflik sosial, kata Gubernur, harus dikendalikan karena berdampak negatif yakni investasi berkurang dan pembangunan terhambat. “Ada keterkaitan erat antara keamanan dan kesejahteraan. Untuk itu dibutuhkan kesatuan dan sinergi antar aparatur negara,” kata Ridho Ficardo.

Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menekan dan menyelesaikan masalah konflik sosial. “Provinsi Lampung mendapat pengakuan nasional dalam menangani konflik sosial. Penyelesaian konflik ini bukan karena tidak ada masalah yang terjadi, namun seberapa tangkas pemerintah daerah menanganinya,” kata Gubernur.

Gubernur menjelaskan melalui Badan Kesbangpol berulangkali mengumpulkan Camat, Kapolsek, Danramil dalam mendukung wilayah rawan. “Bupati harus memberikan dukungan seperti menempatkan camat sesuai pertimbangan permasalahan. Alhamdulillah semuanya berjalan solid. Semua perhitungan dilakukan rinci guna menangani masalah konflik,” ujar Ridho.

Kunjungan ini, menurut Jati Wiyono, dalam rangka kajian daerah rawan kejahatan konvensional dan transnasional yang merugikan kekayaan negara, serta berimplikasi konflik sosial dan masalah perbatasan. Dia menjelaskan konflik sosial dapat terjadi dimana pun.

“Apa yang dilakukan Gubernur Ridho merupakan kebijakan pengawasan dan antisipasi konflik yang dapat muncul. Hal ini juga upaya meningkatkan citra positif Lampung,” kata Jati Wiyono.***

Reporter : Robert

23 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *