Romo Roy Lantik Pengurus Vox Point Indonesia Daerah Lampung

Pastor Moderator RD. Philipus Suroyo bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Vox Point Indonesia Daerah Lampung dan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia.

Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Tanjungkarang RD. Philipus Suroyo bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Vox Point Indonesia Daerah Lampung dan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com – Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Tanjungkarang RD. Philipus Suroyo melantik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Vox Point Indonesia Daerah Lampung periode 2017-2020.

Pelantikan berlangsung di Aula Penyejuk Jiwa, Jalan Purnawirawan, Gang Cengkeh, Gedong Meneng Baru, Bandar Lampung, Sabtu petang 14 Oktober 2017. Acara diawali perayaan Ekarisiti yang dipimpin oleh RD. Philipus Suroyo yang juga dipercaya sebagai Pastor Moderator DPD Vox Point Indonesia Lampung.

Dalam homilinya, Romo Roy – sapaan akrab RD. Philipus Suroyo – berpesan agar Vox Point Indonesia tidak hanya sebagai organisasi papan nama belaka.

“Jadilah garam dan terang bagi sesama. Semoga nilai-nilai Injil yang sudah diajarkan Kristus selalu menjadi inspirasi hidup kita dan kita hayati dan amalkannya dalam hidup harian kita. Dan tentu dalam karya para pengurus Vox Point Indonesia Daerah Lampung yang baru saja dikukuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Vox Point Indonesia Lampung, Markus Sukamto dalam wawancara dengan Radio Suara Wajar mengungkapkan keprihatiannya terkait aktifitas awam Katolik dalam keterlibatan di dunia politik yang dinilainya masih kurang.

“Kita melihat awam Katolik memahami keterlibatan politik tuh hanya dalam anggota legislaif dan dalam birokrat, bupati dan sebagainya. Sementara banyak peran-peran politik yang terhampar di depan dan kita tidak pernah ikut,” imbuh Markus Sukamto.

Markus Sukamto menegaskan akan pentingnya kehadiran Vox Point Indonesia, terutama bagi kaderisasi awam Katolik di Keuskupan Tanjungkarang.

“Coba kita dorong, supaya semakin banyak awam Katolik terlibat dalam peran-peran politik di masyarakat. Misalanya Komisi Pemilihan Umum, Komisi Perlindungan Anak. Kemudian dilevel kampung misalnya, menjadi panitia penyelenggara pemilu, jadi kepala desa, dan sebagainya,” kata Markus.

Sebagai langkah awal, Ketua DPD Vox Point Indonesia Lampung ini bertekad akan meggelar rakerda dan dilanjutkan membentuk dewan pengurus wilayah di kabupaten/kota.

“Yang pertama tentu, saya akan mengajak rekan-rekan untuk membuat semacam rakerda, menentukan program kerja yang dalam waktu dekat ini harus saya lakukan. Lalu memang kita harus membentuk dewan pengurus wilayah-wilayah. Yang paling mungkin dahulu adalah Bandar Lampung, Pringsewu dan Metro,” pungkasnya.

Ditemui di lokasi kegiatan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati mengungkapkan bahwa Lampung adalah provinsi ke-enam yang berhasil dikukuhkan pengurusnya.

“DKI, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Lampung. Kita punya enam provinsi, kemudian sembilan DPW,” kata dia.

Yohanes Handojo Budhisedjati membeberkan latar belakang terbentukanya Vox Point Indonesia, akibat kegalauan akan kurangnya awam Katolik terlibat di bidang politik.

“Kalau kita diundang ke suatu acara, bayangkan saja yang datang itu yang sudah setengah berumur, mana anak-anak muda? Sedikit sekali kan? Maka dengan adanya Vok Point ini kita harapkan umat Katolik mulai bangkit, mulai mencitai, mulai mengerti bahwa dunia politik itu bukan dunia kotor, yang menghalalkan segala cara. Tapi politik adalahuntuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, bonum commune, itu,” tegas Yohanes Handojo Budhisedjati.

Dalam acara pelantikan ini, dihadiri pula Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Marcus Budi Santoso. Mewakili Pemuda Katolik Komda Lampung, dia menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Pengurus Vox Point Indonesia Daerah Lampung.

“Semoga Vox Point ini menambah greget ketersediaan awam terhadap geraknya di masyarakat, khususnya di Lampung. Kami berharap Vox Point ini bukan hanya sekedar wadah-wadah biasa saja, tetapi menjadi laboratorium pemikiran untuk mengkritisi hal-hal yang berguna dan untuk kemajuan di masyarakat Lampung,” tutupnya.***

Reporter : Robert

74 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *