Peserta JKN-KIS Lampung Ditargetkan 70% Akhir Desember 2017

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono dalam rapat forum kemitraan BPJS Kesehatan dan Pemprov Lampung tentang pencapaian dan tantangan menuju cakupan semesta Program JKN-KIS Provinsi Lampung 2019 di Ruang Sakai Sambayan, Senin 16 Oktober 2017.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono dalam rapat forum kemitraan BPJS Kesehatan dan Pemprov Lampung tentang pencapaian dan tantangan menuju cakupan semesta Program JKN-KIS Provinsi Lampung 2019 di Ruang Sakai Sambayan, Senin 16 Oktober 2017.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menargetkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mencapai 70% dari total potensi. Saat ini, program ini mencapai 55% dari potensi 4.468.985 jiwa penduduk peserta JKN-KIS se-Lampung.

Pemprov Lampung berupaya dan berkomitmen menyukseskan program BPJS-KIS Provinsi Lampung. “Di antaranya dengan mempersiapkan sumber daya manusia,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono dalam rapat forum kemitraan BPJS Kesehatan dan Pemprov Lampung tentang pencapaian dan tantangan menuju cakupan semesta Program JKN-KIS Provinsi Lampung 2019 di Ruang Sakai Sambayan, Senin 16 Oktober 2017.

Kepesertaan JKN-KIS tertinggi di Lampung yakni Lampung Barat mencapai 85% atau 225.796 dari 301.131 jiwa penduduk. Selain itu, terdapat peserta Jamkesda yang terintegrasi ke JKN sebanyak 480.269 jiwa penduduk.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Heri Suliyanto menjelaskan untuk meyukseskan Program JKN-KIS Provinsi Lampung, pada 2018 seluruh jamaah haji akan dimasukkan dalam JKN-KIS. “Selain jamaah haji, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengikutsertakan perangkat desa dalam program JKN-KIS, seperti aparat desa Kabupaten Mesuji yang telah menerapkan BPJS kesehatan 100%,” ujar Heri.

Sedangkan Kepala Divisi Regional XIII BPJS kesehatan, Benjamin Saut, menjelaskan untuk mencapai 70%, perlu memasukkan pegawai pemerintah daerah baik pegawai honor maupun kontrak dan guru honorer. “Sektor swasta juga harus turut dilibatkan guna meningkatkan kepesertaan program tersebut. Tentunya harus didukung dengan payung hukum untuk mendukung percepatan,” kata Benjamin.

Peserta JKN-KIS Lampung yang tercatat di KCU Bandar Lampung (Tanggamus, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran dan Pringsewu) sebanyak 1.693.063 jiwa, KC Metro (Kota Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji) sebanyak 1.957.075 jiwa, dan KC Kotabumi (Lampung Barat, lampung Utara, Way Kanan, Pesisir Barat) sebanyak 818.847 jiwa. “Di 2019 ditargetkan sebanyak 95% penduduk Indonesia menjadi peserta JKN, 40% penduduk miskin dan tidak mampu ditargetkan tercakup dalam penerima bantuan iuran JKN,” kata Benjamin.***

Reporter : Robert

42 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *