Kadis Sosial Lampung Membuka Sarasehan Sosial dan Akses Kearifan Lokal

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung saat membuka kegiatan Sarasehan Lenguatan Akses Kearifan Lokal dan Keserasian Sosial. Acara berlangsung di Hotel Grand Praba, Bandar Lampung, pada Rabu, 11 Oktober 2017.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung saat membuka kegiatan Sarasehan Lenguatan Akses Kearifan Lokal dan Keserasian Sosial. Acara berlangsung di Hotel Grand Praba, Bandar Lampung, pada Rabu, 11 Oktober 2017.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Pencegahan konflik dilakukan melalui memelihara kondisi damai dalam masyarakat, mengembangkan sistem penyelesaian secara damai, meredam potensi konflik dan membangun sistem peringatan dini.

Salah satu mekanisme lokal yang saat ini masih dapat diandalkan adalah kearifan lokal, yang meliputi penguatan lokal, budaya lokal, nilai lokal, tradisi lokal, kelembagaan lokal, sumber daya lokal, kepemimpinan lokal, teknologi lokal dan proses sosial yang tumbuh ditingkat lokal.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung saat membuka kegiatan Sarasehan Lenguatan Akses Kearifan Lokal dan Keserasian Sosial. Acara berlangsung di Hotel Grand Praba, Bandar Lampung, pada Rabu, 11 Oktober 2017.

“Berbagai unsur tersebut kini makin meredup, peranannya seiring dengan pengaruh perubahan global yang sedemikian cepat. Akibatnya identitas lokal terancam kepunahan. Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan untuk mempertahankan identitas lokal tersebut adalah dengan memperkuat kearifan lokal dan keserasian sosial,” ungkap Sumarju.

Sumarju menjelaskan bahwa penguatan akses kearifan lokal dan keserasian sosial adalah proses pemberian daya terhadap berbagai dimensi kearifan lokal kepada kelompok/kelembagaan masyarakat yang memiliki kegiatan terstruktur.

“Dalam mendayagunakan kearifan lokal dalam mencegah dan menyelesaikan konflik sosial serta upaya terencana, terarah dan berkelanjutan untuk menumbuhkan dan melembagakan semangat saling menghormati dan memahami diantara pihak-pihak terkait,” paparnya.

Menurut Sumarju, kearifan lokal sebagai karakteristik dari kebajikan masyarakat telah berakar, hidup, berkembang dan menjadi tuntunan berprilaku sosial, sehingga terbangun perdamaian dalam masyarakat, diperkuat dengan upaya yang sistematis sehingga menjadi lebih dinamis, berdaya, beradab dan kuat dalam mencegah dan menyelesaikan konflik sosial.

“Oleh karena itu, penguatan akses kearifan lokal dan keserasian sosial perlu dikembangkan secara terus menerus dengan upaya yang lebih terstruktur, terarah dan terencana secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sumarju berharap, pertemuan ini akan menghasilkan sejumlah rekomendasi dan terwujud kesepahaman bersama sehingga para peserta berkomitmen bersama dalam penyelesaian konflik.

“Saya mengharapkan kepada seluruh peserta secara aktif mengikuti kegiatan ini dan dapat memberikan sumbang saran agar pelaksanaan kegiatan menghasilkan hal-hal yang positif bagi pelestarian keanekaragaman budaya dan kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing dalam menunjang keselarasan kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid Linjamsos Maria Tamtina menginformasikan bahwa Sarasehan ini berlangsung dari 10 sampai 13 Oktober 2017 yang diikuti sebanyak 50 orang yang terdiri dari Pejabat Dinas Sosial Kabupaten, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pelopor perdamaian. Adapun Narasumber dihadirkan dari Kementerian Sosial RI, Dosen UNILA, Polda Lampung, dll.***

Reporter : Robert

49 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *