Provinsi Lampung Lima Besar Nasional Capaian Sapi Wajib Bunting

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri saat melakukan panen 1.000 ekor Pedet (Anak Sapi) Hasil Inseminasi Buatan (IB), di Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung Selasa 15 November 2016.

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri saat melakukan panen 1.000 ekor Pedet (Anak Sapi) Hasil Inseminasi Buatan (IB), di Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung Selasa 15 November 2016.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Provinsi Lampung (Pemprov) masuk lima besar nasional pencapaian Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Posisi itu sekaligus menempatkan Lampung di posisi teratas di Sumatera yang paling berhasil dalam program inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan (PKB), akseptor, dan kelahiran sapi.

“Upaya khusus ini juga merupakan bentuk komitmen Pemprov Lampung dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026. Kita ingin Indonesia mandiri dalam pemenuhan pangan asal ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” kata Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, Sabtu 7 Oktober 2017.

Sebagai lumbung ternak nasional, Pemprov Lampung menerima tantangan tersebut dengan menyusun program peningkatan produksi sapi dalam negeri, menggunakan pendekatan yang lebih banyak mengikutsertakan peran aktif masyarakat. Target Upsus Siwab ini, menurut Gubernur Ridho, lebih menekankan pada optimalisasi kelahiran sapi betina produktif milik masyarakat.

Menurut catatan Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung, per 4 Oktober 2017, capaian IB sebanyak 148.533 akseptor (77.8%), PKB mencapai 44.821 akseptor (29,5 %), kelahiran anak sapi (pedet)  9.880 (6.5%), dan gangguan reproduksi tercatat 3.548 akseptor (41,7%). Capaian itu menempatkan Lampung berada lima besar nasional bersama Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas, targetnya sapi betina ini dipastikan kawin, baik melalui teknologi IB maupun kawin alam. Indikatornya, terjadi kebuntingan dari IB minimal 70%, penurun penyakit gangguan reproduksi 60%, dan penurun pemotongan sapi betina produktif 20%. “Berdasarkan indikator itu, Lampung termasuk berhasil dalam program Upsus Siwab,” kata Dessy.

Secara nasional, target Upsus Siwab 4 juta akseptor dan diharapkan 3 juta ekor bisa bunting dan lahir sampai akhir 2017 dan awal 2018. Populasi sapi betina produktif di Lampung pada 2017, tercatat 258.600 ekor dan mendapat target Upsus Siwab sebanyak 190.889 akseptor, bunting 152.000 ekor dan target gangguan reproduksi sebanyak 8.500 ekor. Dengan demikian, populasi sapi Lampung yang 2017 tercatat 685.802 ekor dapat bertambah menjadi 702.947 ekor pada 2018.

Prestasi sektor peternakan Lampung, kata Dessy, juga diraih dari petugas dan kelompok peternak di tingkat nasional. Lampung meraih penghargaan Anugerah Bhakti Peternakan pada Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017, di Bumi Perkemahan Pramuka dan Graha Wisata, Cibubur, Jakarta Timur, 24 September 2017.

Penghargaan diberikan kepada kelompok ternak kambing Rukun Sentosa, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu dan petugas IB untuk kategori inseminator swadaya yang diraih Yuwono Ardi dengan wilayah kerja di Kecamatan Tanjung sari, Lampung Selatan. Penghargaan diberikan langsung Presiden RI Joko Widodo.

“Penghargaan ini sebagai bukti pembangunan peternakan di Lampung diakui di tingkat nasional. Kita terus berupaya mempertahankan Lampung sebagai lumbung ternak nasional dan mendukung visi Pak Gubernur Lampung menuju Lampung maju dan sejahtera,” kata Dessy Desmaniar Romas.***

Reporter : Robert

17 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *