Pemprov Lampung Berikan Penghargaan Pada 14 Orang Berprestasi Dalam Pembangunan Ketahanan Pangan

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat memberikan penghargaan APN saat Upacara Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-37 Tingkat Provinsi Lampung di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, pada Senin 09 Oktober 2017.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat memberikan penghargaan APN saat Upacara Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-37 Tingkat Provinsi Lampung di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, pada Senin 09 Oktober 2017.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 37 Tahun 2017, Pemerintah Provinsi Lampung berikan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2017 kepada 14 orang yang berprestasi dalam pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Lampung.

Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono kepada penerima penghargaan yang terdiri dari lima kategori, yaitu Kategori Pembina Ketahanan Pangan (1 orang), Kategori Pemangku Ketahanan Pangan (1 orang), Kategori Pelopor Ketahanan Pangan (2 orang), Kategori Pelaku Ketahanan Pangan (7 orang) dan Kategori Pelayan (3 orang), saat Upacara Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-37 Tingkat Provinsi Lampung di Lapangan Korpri Komplek Kantor Gubernur Lampung, pada Senin 09 Oktober 2017.

Dalam sambutannya Sekda Sutono mengatakan peringatan HPS diharapkan menjadi memontum untuk menguatkan peran generasi muda dalam pembangunan pertanian. Regenerasi petani dan nelayan mutlak dilakukan untuk menjamin keberlanjutan produksi pangan di Indonesia.

Sesuai  dengan tema  HPS tahun 2017 ‘Mari Kita Gerakan dan Ikut Sertakan Partisipasi Generasi Muda dalam Membangun Pertanian untuk memperkuat Lampung sebagai Lambung Pangan Nasional.’ sektor pertanian harus dibangun lebih modern berbasis inovasi sehingga dapat menarik generasi muda, ujarnya.

“Jika kondisi tersebut dibangun di perdesaan, tentu akan menciptakan perekonomian yang kondusif dan menarik bagi generasi muda untuk tidak pergi ke kota, bahkan menarik generasi muda yang telah bekerja di perkotaan kembali ke perdesaan,” ungkap Sutono.

Sementara untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan segar, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan  pembinaan kepada pelaku usaha pangan segar, pengawasan pre market melalui penerbitan jaminan keamanan pangan berupa sertifikat prima dan register Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

Kemudian pengawasan post market melalui pengawasan terhadap retail dengan produk yang beredar di pasaran serta  sertlfikasi dan registrasi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Gubernur Ridho berharap tidak terjadi masalah pangan di wilayah kita seperti kelaparan, mal nutrisi, keracunan pangan dan gejolak harga pangan di Provinsi Lampung. Mari kita bersama-sama memantapkan Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional.”***

Reporter : Robert

19 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *