Mantapkan Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat menyerahkan penghargaan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) di Lapangan Korpri Teluk Betung Bandar Lampung, Senin 09 Oktober 2017.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat menyerahkan penghargaan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) di Lapangan Korpri Teluk Betung Bandar Lampung, Senin 09 Oktober 2017.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong generasi muda agar tertarik menggeluti sektor pertanian dan nelayan. Regenerasi petani atau nelayan mutlak dilakukan untuk menjamin keberlanjutan produksi pangan di Indonesia.

“Tantangan yang dihadapi saat ini dan ke depan adalah bagaimana mengubah pola pikir generasi muda terhadap pertanian,” demikian dikemukanan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono pada upacara memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 Tingkat Provinsi Lampung. Upacara berlangsung di lapangan Korpri, kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung, Senin 09 Oktober 2017.

Menurut Gubernur, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tarik generasi muda pada sektor pertanian adalah membangun pertanian lebih maju dan modern berbasis inovasi dan teknologi yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi yang dibutuhkan pasar.

“Pendekatan industri pertanian menjadi sangat penting dan strategis untuk mewujudkan upaya tersebut. Jika kondisi tersebut dibangun di perdesaan, tentu akan menciptakan  perekonomian yang kondusif dan menarik bagi generasi muda untuk tidak pergi ke kota, bahkan menarik generasi muda yang telah bekerja di perkotaan kembali ke perdesaan,” katanya.

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo pada kesempatan itu juga membeberkan tantangan lain di bidang pangan, yakni meningkatnya taraf hidup mendorong konsumen semakin selektif dalam menentukan jenis produk hasil pertanian yang akan dibeli.

“Selain faktor harga, jaminan mutu dan keamanan pangan adalah pertimbangan lain yang digunakan sebagai dasar pemilihan produk hasil pertanian yang akan dibeli,” katanya.

Gubernur Ridho menjelaskan, bentuk jaminan mutu produk hasil pertanian adalah sertifikasi dan registrasi  dan atau jaminan mutu atau label yang menyatakan kesesuaian terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan mutu dan keamanan Pangan Segar dilakukan melalui pembinaan kepada pelaku usaha pangan segar dari sistem budidaya sampai pasca panen, pengawasan pre market melalui penerbitan jaminan keamanan pangan berupa sertifikat prima dan register Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) serta pengawasan post market melalui pengawasan terhadap retail dengan produk yang beredar di pasaran (contohnya beras),” katanya.

Diakhir sambutan, Gubernur meminta melalui moment ini diharapkan dapat memberi kesadaran bagi masyarakat terkait pentingnya pangan.  Karena ketahanan pangan merupakan salah satu faktor kunci pembangunan suatu bangsa.

“Sesuai dengan tema Hari Pangan Sedunia Ke 37 kali ini, mari kita gerakan dan ikut sertakan partisipasi generasi muda dalam membangun pertanian untuk memperkuat Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

22 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *