Renungan Harian, Senin 18 September 2017

pentingnya-tekun-berdoa-1320x907

Senin Pekan Biasa XXIV

Bacaan: 1 Timotius 2:1-8

Mengenai doa jemaat

2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, 2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. 2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul — yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta — dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. 2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Renungan

Rasul Paulus mengajak kita semua untuk membawa orang lain masuk dalam keheningan doa kita. Mendoakan raja dan pembesar merupakan keutamaan juga dalam hidup rohani. Maka gereja dalam rumusan doa umat dalam Ekaristi, biasanya bagian pertama mendoakan orang-orang ‘besar’. Sadar tidak sadar, mereka juga ikut mempengaruhi kehidupan kita. Jika mereka baik, tentu hidup kitapun juga akan mengarah pada kebaikan.

Pada dasarnya, habitus mendoakan orang lain adalah salah satu keutamaan dalam hidup rohani kita. Mohon berkat Tuhan atas orang lain berarti membawa orang itu kehadapan Tuhan. Dengan menghadirkan orang lain dalam doa berarti memasukkan orang itu dalam hati kita, entah kita senang atau tidak senang, kawan atau lawan. Artinya kita mau terlibat dalam hidup orang itu.

Lebih dari itu, dengan mendoakan mereka, kita yakin dan percaya bahwa Allah Bapa akan mendampingi dan menyertai mereka. Tidak jarang justru ketika pemimpin tidak sesuai yang kita inginkan, kita menghojatnya habis-habisan (padahal, dalam posisi yang sama belum tentu kita bisa seperti yang kita bayangkan). Melalui surat Paulus hari ini, kita diingatkan untuk selalu mendoakan para pemimpin kita, agar mereka semakin hari menjadi semakin lebih baik.

Dengan mendoakan mereka, kita juga menuju pada Sang Pimpinan Agung kita, yang memimpin seluruh hidup kita. Mari kita persembahkan juga segala niat dan upaya kita kepada rencana dan kehendak-Nya.

 

37 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *