Beberapa Wartawan dari Lampung Ikuti Workshop Peningkatan Peran Jurnalis Dalam Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama di Pekanbaru, Riau

Kasubag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Wasril Purnawan (kanan) saat berbincang dengan para jurnalis di katornya, Jumat 08 September 2017.

Kasubag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Wasril Purnawan (kanan) saat berbincang dengan para jurnalis di katornya, Jumat 08 September 2017.

PEKANBARU, SUARAWAJARFM.com – Beberapa jurnalis dari berbagai media massa di Lampung ikuti Workshop Peningkatan Peran Jurnalis Dalam Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Senin 11 September hingga Rabu 13 September 2017 di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Provinsi Riau.

Kasubag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Wasril Purnawan mengatakan pentingnya media atau pers yang memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Kementerian Agama dalam hal ini Pusat Kerukunan Umat Beragama itu menginginkan bagaimana agar jurnalis itu menyumbang informasi-informasi terutama terkait kehidupan di masyarakat yang mencerminkan budaya damai yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat.”

Demikian hal itu dipaparkan Wasril Purnawan dalam wawancaranya di Hotel Pangeran, Jl. Jenderal Sudirman No.371-373, Cinta Raja, Sail, Kota Pekanbaru, Riau, Senin 11 September 2017.

menurut Wasril, adanya keprihatinan dari Kementerian Agama Republik Indonesia terkait media atau pers yang minim memberitakan akan realitas kerukunan antar umat beragama, maka diselenggarakan worksop ini.

“Kementerian Agama dalam hal ini melalui Pusat Kerukunan Antar Umat Beragama berinisiasi untuk meningkatkan peran insan pers atau para jurnalis ini, bagaimana untuk mendukung juga agar wajah Indonesia ini tidak dipersepsi sebagai Negara yang penuh dengan konflik,” jelasnya.

Diakui Wasril Purnawan, media atau pers baik itu elektronik, cetak atau online memiliki sumbangsih besar dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama.

“Seberapa besar porsi-porsi berita yang cenderung menunjukan berita-berita yang bernuansa konflik atau pertikaian, baik itu yang bernuasa agama, ras dan sebagainya. Dan berapa banyak berita yang dapat mengimbangi berita-berita konflik terkait dengan berita yang mengeksplor kehidupan bermasyarakat yang mencerminkan suasana damai, disinilah peran jurnalis,” terangnya.

Wasril berharap para jurnalis yang mengikuti Workshop Peningkatan Peran Jurnalis Dalam Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama ini kedepannya dapat menciptakan opini damai di tengah-tengah masyarakat.

“Seluruh jurnalis dari berbagai macam media itu diundang dalam rangka peningkatan peran para insan pers ini dalam rangka membangun opini damai di tengah-tengah masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, workshop ini juga akan menghadirkan Yosep Adi Prasetyo atau Stanley sebagai salah satu narasumber.***

Reporter : Robert

77 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *