Pemprov Lampung dan Kemen Kominfo Gandeng Bukalapak Gratiskan Hosting UMKM

Acara edukasi UMKN Go Online di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung, Kamis 7 September 2017.

Acara edukasi UMKN Go Online di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung, Kamis 7 September 2017.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Pemerintah Provinsi Lampung dan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI memberikan hosting gratis bagi 84 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), 22 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan 94 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Program ini menargetkan 1 juta UMKN Go Online.

Pada program ini pemerintah menggandeng marketplace Bukalapak dalam memberikan edukasi bagi pelaku UMKM dengan bimbingan digitalisasi bisnis pelaku usaha, mulai pengenalan online hingga pemasaran bisnis online.

“Program mendorong tumbuhnya konten positif dan terpercaya serta mendorong pertumbuhan e-commerce,” kata Kepasa Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, pada acara edukasi UMKN Go Online di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung, Kamis 7 September 2017.

Keuntungan transaksi e-commerse, kata Sumarju, antara lain meningkatkan pendapatan dan biaya lebih murah dan efisien. Kemudian, transfer elektronik membuat pembayaran tepat waktu dan mempercepat pelayanan kepada pelanggan.

Apalagi, kata Sumarju, Pemprov Lampung menerapkan pola billing system penebusan pupuk bersubsidi sektor pertanian. Ke depan KUBE dan UMKM Go Online Provinsi Lampung sukses menerapkan e-commerse.

“Adanya pola billing system berdampak positif atas pencapaian enam tepat pupuk yaitu tepat waktu, jumlah, jenis, mutu, tempat, dan harga,” kata Sumarju.

Pada bagian lain, Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo RI, Septriana Tangkary, menuturkan, edukasi UMKM Go Onlie merupakan salah satu langkah penting mewujudkan visi ekonomi Indonesia 2020.

“Sebagai langkah pertama, Kemen kominfo melakukan rencana strategis pengembangan e-commerse di Indonesia dengan target pertumbuhan transaksi e-commerse mencapai 130 miliar dolar AS pada 2020. Apalagi di Indonesia banyak kerajinan yang mutunya tidak kalah dengan luar negeri,” kata Septriana.

Program tersebut diperkirakan menyerap tenaga kerja kurang lebih 90% dan memberikan kontribusi 58% pada produk domestik bruto nasional. Sehingga, peningkatan kualitas UMKM diharapkan meningkatkan ekonomi nasional secara berkala dan bertahap.

“Kementerian Kominfo mencanangkan beberapa program prioritas untuk menjadikan Indonesia sebagai digital ekonomi terbesar 2020. Antara lain menciptakan 1.000 start up digital, 1 juta petani dan nelayan Go Digital, 1 juta domain Indonesia, dan 8 juta UMKM GO Online,” kata Septriana.***

Reporter : Robert

38 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *