Renungan Harian, Kamis 7 September 2017

Penjala Manusia

Kamis Pekan Biasa XXII

Bacaan: Lukas 5:1-11

Penjala ikan menjadi penjala manusia

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” 5:5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” 5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” 5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” 5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Renungan

Dalam dunia kerja saat ini, banyak perusahaan yang menuntut profesionalitas yang mengacu pada hasil. Hasil yang cemerlang akan menjadikan seseorang mudah naik jabatan. Maka tidak sedikit orang yang berorientasi pada hasil menempuh berbagai macam cara demi mempertahankan kedudukannya. Tidak ada hasil adalah kegagalan paling mematikan, membuat orang tersingkir dari dunia persaiangan. Tidak ada hasil berarti kematian, putus asa, selesainya hidup.

Para murid yang adalah nelayan, tentu tahu persis dimana dan kapan harus menebarkan jala demi hasil yang besar. Namun malam itu mereka sama sekali tanpa hasil tangkapan. Perjuangan mereka semalam suntuk sama sekali tidak membawa hasil. Seluruh usaha mereka gagal total dan sia-sia.

Setelah mendengar pengajaran Yesus, mereka diminta untuk menebarkan jala kembali. Karena Yesus yang meminta, mereka menebarkan juga. Hasilnya begitu luar biasa, mereka tidak mampu menampung hasil itu seorang diri. Mereka melibatkan perahu lain untuk berbagi ikan tangkapan. Usaha mereka kali ini membuahkan hasil yang luar biasa. Mereka berani bertolak ke tempat yang dalam bersama dengan Yesus.

Kita bisa belajar bahwa mungkin saja seluruh usaha kita seolah tapa hasil dan sia-sia. Apa yang kita perjuangkan tidak jarang mengalami kekandasan. Apakah kita putus asa? Secara manusiawi wajar saja demikian. Namun kita dipanggil untuk mengatasi itu. Kita perlu menghadapinya dengan iman. Langkah perlu diambil adalah mendengarkan sabda Tuhan. Setelah mendengar, barulah kita berani bertolak yang tempat yang lebih dalam. Niscaya Tuhan akan mengindahkan usaha dan tekad kita.

Kita juga bisa belajar untuk memberikan pengharapan kepada mereka yang putus harapan. Dengan harapan dan iman itulah kita bersama berjalan, menuju caha hidup baru. Kita dipanggil untuk memberi kesaksian bahwa Tuhan senantiasa memandang umat-Nya. Hanya dengan cara berani bertolak ke tempat yang dalam itulah, bersama dengan Yesus, hidup kita akan berbuah.

Buah dari kemauan bertolak ke yang dalam adalah sukacita. Sukacita itu bukan milik kita sendiri. Jangan sampai kita mabuk karena sukacita itu. Kita dipanggil juga untuk berbagi ‘muatan ikan’ kepada perahu lain. Dengan demikian, sukacita itu dirasakan oleh banyak orang.

 

35 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *