Mulai November, Randis Pemprov Lampung dan Angkot Pakai Bahan Bakar Gas

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Adeham pada acara sosialisasi konkit untuk kendaraan dinas milik Pemerintah Provinsi Lampung tersebut berlangsung di Swiss Bell Hotel Bandar Lampung, Rabu 16 Agustus 2017.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Adeham pada acara sosialisasi konkit untuk kendaraan dinas milik Pemerintah Provinsi Lampung tersebut berlangsung di Swiss Bell Hotel Bandar Lampung, Rabu 16 Agustus 2017.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com — Mulai November 2017, sebanyak 116 kendaraan dinas (randis) Pemerintah Provinsi Lampung memakai bahan bakar gas (BBG). Setelah itu, secara bertahap angkutan kota dipasang konverter kit (konkit) secara gratis.

Sosialisasi konkit untuk kendaraan dinas milik Pemerintah Provinsi Lampung tersebut berlangsung di Swiss Bell Hotel Bandar Lampung, Rabu 16 Agustus 2017. Lampung dinilai memiliki infrastruktur dan sumber daya BBG paling potensial di Sumatera.

Selain itu, dengan harga BBG lebih hemat dibanding BBM yang berkisar Rp4.500/LWT dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat Lampung.

“Diharapkan Lampung dapat mendukung pengembangan infrastruktur berbasis BBG,” kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso, usai menyerahkan Konverter KIT BBG seberat 15 kg ke Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Adeham.

Tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran Rp97,8 miliar untuk membagikan 5.000 unit konverter kit. Pembagian konkit untuk kendaraan dinas dan angkot untuk mempercepat pemanfaatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBBG). Dari jumlah 5.000 unit konkit, Perusahaan Gas Negara (PGN) membagikan 2.000 konkit di Jakarta, Bogor, Lampung, Batam, Purwakarta, Surabaya, Sukabumi, Bandung, dan Gresik.

Dari jumlah 5.000 unit konkit, Perusahaan Gas Negara (PGN) mendapat penugasan untuk membagikan 2.000 Diharapkan pada November mendatang, seluruh konkit rampung dibagikan. Terkait keamanan, kata Alimudin Baso, menjadi kriteria utama dalam pembuatan produk yang dipasang di kendaraan. “Faktor keamanan tidak soal. Justru lebih aman,” ujar Alimudin.

Menurut Adeham, pemerintah memutuskan program percepatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke BBG. Program ini diharapkan berkontribusi dalam menekan pemakaian BBM. Pemprov akan memperluas wilayah penyediaan dan distribusi BBG sehingga mempermudah masyarakat mendapatkan BBG

“Gubernur Lampung sangat mendukung program konversi BBM Ke BBG untuk kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, sehingga dapat menjadi contoh dalam upaya untuk melepaskan ketergantungan masyarakat dari BBM. BBG dengan memakai konverter kit juga aman dan harga lebih murah,” ujar Adeham.***

Reporter : Robert

 

36 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *