Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Lampung Akan Terlibat Pembangunan 1.000 Unit Jembatan Gantung

Ketua Kwarda Lampung Idrus Effendi di Nuwono Tasya Guest House, Jalan Perwira No.9, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Kamis 11 Agustus 2017.

Ketua Kwarda Lampung Idrus Effendi di Nuwono Tasya Guest House, Jalan Perwira No.9, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Kamis 11 Agustus 2017.

BANDAR LAMPUNG, SUARAWAJARFM.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Lampung akan terlibat dalam rencana pembangunan sebanyak seribu unit jembatan gantung di Provinsi Lampung.

Kwarda Gerakan Pramuka Lampung dalam rencana pembangunan jembatan gantung itu, bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia asal Bandung, Jawa Barat.

“Ini salah satu wujud tantangan dan kepedulian, kebetulan difasilitasi bahkan yang di Natar itu, biayanya dari Pak Kamabida (Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Lampung), Pak Gubernur, “kata Ketua Kwarda Lampung Idrus Effendi saat wawancara dengan suarawajarfm.com usai membuka Pelatihan Jurnalistik bagi Pramuka di Nuwono Tasya Guest House, Jalan Perwira No.9, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Kamis 11 Agustus 2017.

Menurut Kak Idrus, ke depan diharapkan program pembangunan jembatan gantung ini, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah di Kabupaten yang ada di Lampung dapat terlibat.

“Karna kan harusnya nanti dibantu oleh pemerintah, dilaksanakan oleh Kwarda, ini yang kita harapkan. Nanti kerjasama dengan pemda-pemda, kwarcap dan ini rencannya 1.000 jembatan gantung. Ini rencana Pak Gubernur, Kwarda Lampung dan Vertical Rescue Indonesia dari Bandung,” jelas Idrus semangat.

Mantan Kadis Perhubungan ini mengatakan, untuk biaya pembangunan jembatan gantung per unitnya sebenarnya tidak memakan biaya tinggi.

“Ini lagi kita inventarisir pendanaannya, sebenarnya satu jembatan gantung gak mahal-mahal amat, Rp15-20 juta sudah satu jembatan. Itu sudah menolong, seperti yang di Natar itu, selama 60 tahun terpisah, total pengerjaannya 20 hari kalau gak salah ya, cepat kan,” jelasnya.

Menurut Kak Idrus pembangunan jembatan gantung ini adalah wujud peran serta Pramuka dalam membantu pembangunan yang ada di Provinsi Lampung.

“Jadi ini wujud daripada peran serta Pramuka dengan semua stakeholder dan kepada masyarakat yang membutuhkan. Baik itu fisik, infrastruktur, maupun pengembangan usaha, bagaimana bercocok tanam, budidaya ika, ternak, dll, ini nanti akan kita masuki, Insya Allah,” kata Kak Idrus.

Ditegaskan Kak Idrus, Kwarda Lampung bisa dibilang satu-satunya jika dibandingkan dengan Kwarda lain di Indonesia yang terlibat dalam rencana pembangunan 1.000 jembantan gantung.

“Kalau kita lihat, yang bekerja sama, yang mengambil peran cepat untuk bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia ialah Kwarda Lampung,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Kwarda Lampung beberapa waktu lalu turut terlibat pembangunan jembatan gantung terpanjang di Lampung. Jembatan itu berada di Dusun Jelujur, Desa Rulung Mulya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Jembatan tersebut memiliki panjang 146 meter ini, menghubungkan dua desa di dua kabupaten yang dibatasi aliran sungai Way Sekampung. Kedua desa itu yakni Desa Rulung Mulya, Kec Natar Lamsel-Desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng Pesawaran.***

Reporter : Robert

52 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *