Berhenti Main ‘Gadget’ saat Mengasuh Bayi Jika Tak Ingin Anak jadi Liar dan Gunakan Narkoba saat Dewasa

Menghambat perkembangan anak menjadi bahaya gadget bagi bayi | The Sun.co.uk

Menghambat perkembangan anak menjadi bahaya gadget bagi bayi | The Sun.co.uk

SUARAWAJARFM.com — Gadget adalah salah satu barang yang kini tak bisa ditinggalkan oleh banyak orang.

Meski banyak manfaatnya, gadget terkadang berdampak buruk bagi kehidupan.

Para peneliti dari Univeristy of California mengungkapkan bahaya gadget bagi bayi yang perlu diketahui dan waspadai.

Orangtua yang senang main gadget akan mengganggu perkembangan otak bayi.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melihat gangguan gadget terhadap pengasuhan terhadap bayi.

Perawatan tidak maksimal oleh orangtua yang asik main gadget berdampak pada pertumbuhan jaringan neuron pada otak bayi.

Menurut penelitian ini pula, penggunaan gadget juga berdampak pada kehidupan bayi dalam jangka panjang.

Orangtua yang gemar bermain gadget saat mengasuh bayi cenderung akan memiliki anak yang liar dan berisiko terpapar kehidupan merokok, alkohol hingga narkoba.

Hal ini dilihat dari sikap orangtua yang cenderung gagal membatasi diri dari paparan gadget.

Kegagalan ini juga akan terjadi pada anak mereka sehingga sangat mudah anak mendapatkan gangguan buruk termasuk dari paparan gadget.

Selain itu, bahaya gadget bagi bayi juga menyebabkan kesehatan emosional yang buruk.

Saat bayi, ia memerlukan stimulus agar perkembangan sosial dan emosinalnya berkembang.

Gadget berisiko membuat anak tidak mendapatkan kebutuhan emosinal dan berdampak pada depresei dan rasa tidak bahagia.

Kondisi emosional buruk ini akan memengaruhi perilaku anak hingga remaja dan dewasa.

Rasa kurang diperhatikan atau kurangnya stimulus pada masa bayi akan menyebabkan anak mencari masa depannya sendiri di kemudian hari.

Mereka berpotensi menjadi sosok yang pembangkang dan mencari apa yang mereka tidak dapatkan semasa kecil.

Ternyata, ada banyak bahaya gadget bagi bayi yang berdampak bagi masa depannya.

Perbanyak stimulus dan komunikasi dengan bayi sejak dini agar ia tumbuh jadi sosok yang punya kemampuan sosial dan perkembangan otak yang baik.***

Editor    : Robert

Sumber : nakita.id

41 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *