Pemerintah Gulirkan Rp10,8 Miliar untuk Usaha Pangan Masyarakat Lampung

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Ir. Kusnardi, pada halal bihalal PUMP di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Selasa 25 Juli 2017

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Ir. Kusnardi, pada halal bihalal PUMP di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Selasa 25 Juli 2017

LAMPUNG SELATAN, SUARAWAJARFM.com — Pemerintah menggulirkan dana Rp10,8 miliar untuk pelaksanaan program Gapoktan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) Provinsi Lampung. Dana tersebut untuk 55 Gapoktan di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus.

Melalui dana itu, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengajak pengelola PUPM dapat menguasai pasar beras di Lampung agar terhindar dari mafia. PUPM merupakan terobosan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian sebagai solusi mengatasi tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen serta untuk stabilisasi harga pangan.

“PUPM dengan 55 gapoktan harus menguasai beras di Lampung. PUPM harus menjadi ‘kopassus’ beras di Lampung,” kata Gubernur Ridho melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Ir. Kusnardi, pada halal bihalal PUMP di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Selasa 25 Juli 2017.

PUPM diharapkan dapat berperan langsung dalam mengatasi masalah oversupply dari petani. Sebaliknya di luar masa panen dan situasi tertentu lainnya dan dapat menjadi salah satu altematif untuk menahan gejolak harga. Gubernur Lampung mengapresiasi kinerja seluruh gapoktan dan kelompok tani se-Provinsi Lampung yang berpartisipasi menjaga stabilitas harga pangan khususnya pada Ramadan lalu.

Menurut Kusnardi kegiatan PUPM dilaksanakan dengan menyalurkan bantuan kepada gapoktan untuk dapat melakukan jual beli komoditas pangan yang bekerjasama dengan Toko Tani Indonesia (TIT) sebagai saluran pemasaran. Di Lampung, PUPM tersebar di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus.

Kehadiran Gapoktan PUMP menurut Ketua Asoasi Gapoktan PUPM Provinsi Lampung, M. Eswahyudi, membantu masyarakat dan petani mengendalikan harga. “Kami berharap PUPM ini bisa terus berlanjut, karena manfaat PUMPM bisa dirasakan masyarakat. Hal tersebut terbukti terkendalinya harga menjelang Hari Raya Idulfitri dan Ramadhan lalu,” kata Eswahyudi.

Program PUPM berlangsung sejak 2016 melibatkan 55 gapoktan, terdiri dari gapoktan 2016 sebanyak 20 gapoktan dan 2017 sebanyak 35 gapoktan. “Kami menargetkan pasokan beras hingga akhir Desember 2017 sebanyak 40 ton dipasarkan melalui TTI di Jabodetabek,” kata Eswahyudi.***

Reporter : Robert

38 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *