Pemprov Lampung Buka Pendaftaran Siswa SMA dan SMK Kurang Mampu

Kabid Humas Polda Lampung Kombes (Pol) Sulistyaningsih saat menjadi inspektur upacara bendera di SMK Kristen BPK Penabur Bandar Lampung, Senin 13 Februari 2017.

Ilustrasi anak SMA. Foto : Robert

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Pemerintah Provinsi(Pemprov) Lampung membuka pendaftaran penerima Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) bagi siswa SMA dan SMK negeri dari keluarga kurang mampu di Bandar Lampung, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Way Kanan. Pendaftaran berlangsung hingga 21 Juli melalui sekolah masing-masing.

Menurut Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo pada Tahun Anggaran 2017, Pemprov baru menyiapkan anggaran Bosda di empat daerah itu, karena kewenangan pengelolaan SMA dan SMK baru diserahkan dari kabupaten/kota ke provinsi. “Pemprov berkomitmen pada Tahun Anggaran 2018, penerima Bosda ditambah dan diperluas ke daerah lain,” kata Gubernur, di Bandar Lampung, Senin 17 Juli 2017.

Bosda tersebut diberikan kepada siswa kelas X, XI, dan XII. Bagi siswa kelas XI dan XII, pekan lalu Pemprov Lampung telah mentranfer dana Rp31,6 miliar ke rekening masing-masing sekolah. Total dana yang dianggarkan untuk siswa kurang mampu, kata Gubernur, mencapai Rp35,6 miliar.

“Bagi siswa kelas X yang belum mendapat Bosda, silakan mendaftar melalui sekolah-masing dan mulai Agustus 2017, dananya akan dikucurkan ke sekolah masing-masing. Tak perlu syarat pengantar lurah atau kepala desa, orang tua cukup mendaftar lewat tim yang ada di sekolah,” kata Gubernur Ridho.

Tahap pendaftaran hingga pengucuran dana, menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Sulpakar, diawali dengan sosialisasi sejak hari pertama masuk sekolah. Sulpakar menyampaikan sosialisasi itu ketika memimpin upacara ribuan siswa di Kalianda, Lampung Selatan, Senin 17 Juli 2017.

“Kami menyiapkan formulir berisi pernyataan ikut program Bosda di masing-masing sekolah,” kata Sulpakar. Setelah penutupan pendaftaran pada 21 Juli, tim beranggotakan sekolah dan unsur Dinas Pendidikan memverifikasi dan klarifikasi setiap permohonan ke rumah masing-masing siswa mulai 24-28 Juli.

Targetnya, pada 31 Juli seluruh verifikasi dan klarifikasi selesai dan pengumuman siswa penerima Bosda ditetapkan Agustus. “Jadi, mulai Agustus siswa kurang mampu ini dapat memanfaatkan Bosda tersebut,” kata Sulpakar.

Menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, di Bandar Lampung terdapat 62 SMA dan 61 SMK negeri dan swasta dengan total 50.559 siswa. Kuota BOSDA 2017 untuk SMA sebanyak 8.481 siswa dan SMK 9.357 siswa. Setiap siswa SMA dialokasikan mendapat Rp1,56 juta dan SMK Rp2,4 juta per tahun. Bantuan disalurkan dua kali yakni tiap semester, melalui rekening sekolah.

Di Lampung Barat sasaran Bosda meliputi 5.806 siswa SMA dan 3.238 siswa SMK. Bantuan untuk SMA Rp1 juta dan siswa SMK Rp1,1 juta. Kemudian, Lampung Utara, alokasi Bosda sebanyak 4.971 siswa SMA dan 17.480 siswa SMK.

Sedangkan untuk Way Kanan, kuota Bosda untuk 3.862 siswa SMA dan 11.501 siswa SMK. Siswa SMA di tiga kabupaten itu mendapat Rp1 juta dan siswa SMK masing-masing Rp1,140 ribu per tahun. “Khusus SMA/SMK swasta di tiga kabupaten itu mendapat alokasi Bosda 30% dari total siswa,” kata Sulpakar.***

Reporter : Robert

64 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *