Uang Habis sebelum Gajian? Simak 5 Masalah dan Solusinya

Ilustrasi karyawan membuka dompet. Foto : Shutterstock

Ilustrasi karyawan membuka dompet. Foto : Shutterstock

SUARAWAJARFM.com – Uang adalah sumber masalah besar bagi banyak anak muda. Banyak anak muda yang selalu kehabisan uang sebelum akhir bulan, entah itu karena pendapatan yang kurang atau memang mereka buruk dalam pengelolaan uang.

Mungkin banyak orang bilang jika ‘uang itu bukan apa-apa’ atau bahwa sebaiknya Anda ‘mengejar mimpi Anda, dan uang akan datang dengan sendirinya”. Akan tetapi, bagi orang seperti profesional muda yang sedang berusaha meraih mimpi, punya cukup uang sampai akhir bulan adalah hal penting.

Berdasarkan penelitian JobStreet Indonesia, terdapat lima tipe keuangan seseorang dan masalah yang sering dihadapi generasi muda sehingga mereka selalu kehabisan uang sebelum akhir bulan. Berikut analisis setiap tipe orang dengan pengelolaan keuangan yang buruk:

Tipe 1: Uang saya pergi kemana?

Mungkin ini adalah hal umum yang sering dilontarkan anak muda, akan tetapi mereka gagal untuk menemukan jawabannya. Jika Anda adalah lulusan baru mungkin Anda adalah korban yang paling bawah dari permasalahan ini karena Anda belum mempunyai kepandaian mengatur uang yang sudah banyak dimiliki oleh orang yang sudah bekerja. Akan tetapi, hal ini tidak berarti Anda harus membiarkan hal ini terus berlangsung.

Masalah: Anda punya “kebocoran-kebocoran” kecil atau di beberapa kasus, “lubang-lubang” besar dalam anggaran Anda yang merupakan alasan kenapa Anda tidak bisa benar-benar melacak kemana uang Anda pergi.

Solusi: Untuk pemula, Anda sebaiknya membuat  anggaran bulanan untuk memonitor pengeluaran Anda. Anda bisa memanfaatkan panduan dari budgeting apps yang tersedia secara online untuk membantu Anda mengatur anggaran.

Jangan membiasakan menggunakan kartu kredit ketika Anda bertransaksi. Hal ini akan membuat Anda lebih waspada dengan jumlah uang yang Anda habiskan. Selanjutnya, simpanlah semua nota pembelian Anda atau gunakan smartphone sehingga Anda mempunyai bukti nyata berapa jumlah uang yang sudah Anda habiskan.

Tipe 2: Sudah Membuat Anggaran, tapi Tidak Pernah Berhasil!

Masalah yang dialami banyak orang adalah mereka dengan antusias meninggikan anggaran yang mereka pikir akan menyelesaikan semua masalah finansial mereka. Penganggaran, jika dilakukan dengan tepat, dapat membantu Anda memotong pengeluaran Anda dan menghemat sejumlah uang. Akan tetapi, konsep membuat anggaran lebih hanya membatasi diri Anda sendiri dari membeli sesuatu, karena hal tersebut “ tidak ada dalam daftar”.

Masalah: Anda memperlakukan anggaran Anda hanya sebagai sebuah daftar dari apa yang harus Anda lakukan dan apa yang harus dibeli. Bukan sebuah rencana atau rangkaian langkah yang harus diikuti dengan baik.

Solusi: Perlakukan anggaran Anda sebagai peta perjalanan Anda. Jadi, Anda perlu untuk berpegang pada hal tersebut dan dengan konstan mengembangkannya sehingga Anda akan lebih dan lebih menghemat uang seiring berjalannya waktu. Ingatlah bahwa tiga atau empat bulan pertama pembuatan anggaran akan terasa berat. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan semakin mahir membuat  anggaran keuangan. Sekali Anda menguasai seni pembuatan anggaran, Anda akan mampu untuk merencanakan pengeluaran Anda sesuai dengan anggaran tersebut tanpa usaha dan kesulitan berarti.

Tipe 3: Apakah sudah saatnya gajian?

Anda telah menghabiskan hampir semua uang Anda  padahal waktu gajian masih satu minggu lagi. Apa yang Anda lakukan? Banyak profesional muda di luar sana yang menghabiskan uang gaji mereka tanpa biaya makanan, listrik, atau  lainnya.

Hal ini adalah kenyataan dari kehidupan bekerja dan sangat umum terjadi. Hal baiknya adalah, siklus hidup dari gaji satu ke gaji selanjutnya dapat dihentikan dengan beberapa perkiraan sederhana.

Masalah: Anda menghabiskan terlalu banyak dan menabung terlalu sedikit (atau tidak sama sekali). Anda memiliki pandangan sempit akan keuangan Anda.

Solusi: Pertama-tama, memang  bukan sesuatu yang memalukan untuk hidup dari gaji satu ke gaji selanjutnya. Apa yang tidak dapat diterima adalah para profesional yang bekerja keras yang terjebak dalam situasi seperti itu ketika beberapa langkah sederhana dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Dengan berhati-hati mencermati kembali pengeluaran Anda dan membuat rencana pengeluaran dapat membantu Anda mematahkan siklus mengerikan hidup dari gaji satu ke gaji selanjutnya. Di luar hal tersebut, Anda dapat juga mencoba menemukan sumber penghasilan lain sehingga Anda tidak akan harus terlalu bergantung pada gaji.

Tipe 4: Mengapa saya belum bisa menabung apa pun?

Memiliki penghasilan dan mampu membeli barang-barang sendiri merupakan kesenangan dari menjadi professional muda. Sayangnya, tak sedikit dari para profesional muda yang lepas kendali. Mereka bahkan tidak mampu menabung sama sekali.

Mungkin bagi Anda yang baru bekerja beberapa tahun, menabung untuk masa depan terlihat terlalu dini. Akan tetapi sebaiknya Anda bergegas mengamankan masa depan finansial Anda sedini mungkin.

Masalah: Anda lebih memperhatikan pengeluaran dan menempatkan kegiatan menabung sebagai prioritas kedua. Anda memprioritaskan pengeluaran Anda dan menghabiskan sebagian besar (jika tidak semua) uang Anda untuk hal-hal yang Anda pikir perlu. Walhasil Anda tidak memiliki uang tersisa untuk rekening tabungan.

Solusi: Lakukan sebaliknya. Rencanakan seberapa banyak Anda perlu menabung dan kemudian menggunakan seberapa pun yang tersisa untuk pengeluaran dan kebutuhan harian Anda. Teknik menabung ini juga akan melatih Anda untuk membuat anggaran dengan lebih bijak karena Anda dipaksa mengatur pengeluaran  dengan jumlah yang lebih sedikit dari biasanya.

Tipe 5: Kapankah saya akan keluar dari utang?

Utang berbahaya jika tidak dapat dikendalikan. Inilah alasan  mengapa profesional muda sebaiknya menghindari berutang dalam jumlah besar karena utang ini akan jadi beban keuangan utama yang dapat dialami siapa saja. Utang yang besar juga bisa membuat stres terutama ketika tidak ditangani dengan tepat. Akan tetapi, yang terbaik adalah menanganinya sebelum lepas kendali.

Masalah: Sebagian besar orang yang tidak mampu mengatur utang mereka itu sesungguhnya mengingkari kondisi keuangan mereka yang sebenarnya.

Solusi: Mengatur utang  memaksa kita mampu memperkirakan langkah kita dan bertanggung jawab untuk menjaganya. Seperti halnya menabung, mengatur utang seharusnya mudah jika Anda memang berniat melakukannya.***

Sumber : TEMPO.CO

Editor    : Robert

54 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *