Lima Pilar Gereja Didiskusikan pada Perpasgelar ke-III Kesukupan Tanjungkarang

Suasana diskusi para peserta Perpasgelar ke-III Keuskupan Tanjungkarang, di La Verna, Pringsewu, Lampung.

Suasana diskusi para peserta Perpasgelar ke-III Keuskupan Tanjungkarang, di La Verna, Pringsewu, Lampung.

PRINGSEWU, SUARAWAJARFM.com – Pertemuan Pastoral Gereja Partikular (Perpasgelar) ke-III Kesukupan Tanjungkarang masih berlangsung di rumah retret La Verna, Pringsewu hingga 7 Juli mendatang.

Pada hari ketiga kemarin, Rabu 05 Juli 2017 kemarin, seluruh refleksi diarahkan pada rangkuman dari seluruh proses perpasgelar di paroki-paroki. Rangkuman ini disampaikan oleh romo Albertus Joni SCJ sampai menjelang makan siang. Setelah makan siang, refleksi mengarah pada diskusi kelompok tentang lima pilar Gereja dalam hidup yang dialami peserta.

Dari seluruh rangkuman proses refleksi di paroki-paroki, romo Joni pada akhirnya merangkumnya dengan tiga kata kunci, yakni intensitas, originalitas dan sinergitas.

“Intensitas yakni bahwa proses refleksi paroki-paroki tidak dimulai dari nol. Masing-masing paroki mempunyai modal yang selalu berkembang dinamis,” katanya.

Originalitas lanjut Romo Joni, artinya masing-masing paroki dalam seluruh proses refleksi mempunyai semangat pembaruan dengan kekhasan masing-masing.

“Sementara itu sinergi berarti setiap paroki mempunyai usaha dan semangat untuk membangun kesatuan,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Radio Suara Wajar, bagian kedua dari perpasgelar pada hari ketiga adalah diskusi kelompok tentang lima pilar Gereja. Setiap kelompok kecil terdapat 9-10 orang untuk bersama-sama berbicara tentang tema tertentu dari lima pilar gerja. Kemudian dilanjutkan dengan pleno dalam kelompok besar.***

Penulis : RP Yohanes Dwi Wicaksono

Editor   : Robert

71 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *