Perpasgelar ke-III Keuskupan Tanjungkarang Hari Kedua Diwarnai Panorma Paroki

Pertemuan Pastoral Gereja Partikular (Perpasgelar) ke-III Keuskupan Tanjungkarang hari kedua 4 Juli 2017 di rumah retret La Verna, Pringsewu.

Pertemuan Pastoral Gereja Partikular (Perpasgelar) ke-III Keuskupan Tanjungkarang hari kedua 4 Juli 2017 di rumah retret La Verna, Pringsewu.

PRINGSEWU, RADIO SUWARA WAJAR – Pertemuan Pastoral Gereja Partikular (Perpasgelar) ke-III Keuskupan Tanjungkarang saat ini sedang berlangsung, dimulai pada 3 Juli dan akan berakhir pada 7 Juli 2017. Sinode keuskupan ini dilaksanakan di rumah retret La Verna, Pringsewu.

Pada hari ke dua ini, Selasa, 4 Juli 2017, acara pagi dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vicjen Keuskupan Tanjungkarang, RD. YB Sujanto.

Dalam kesempatan itu, pengarah refleksi jalannya perpasgelar, Romo BS Mardiatmaja SJ mengajak semua peserta dengan memberikan dua pedoman menyimak dan mencatat apa yang akan terjadi.

“Dua pedoman itu yakni memilih paling banyak dua hal terpenting dari paparan yang akan diberikan, dan menuliskan pemikiran tentang pendapat pribadi dari presentasi itu,” katanya.

Berdasarkan pantauan Radio Suara Wajar, hari ke dua perpasgelar ini dari pagi sampai siang diisi dengan “Panorama Paroki”. Masing-masing pastor paroki atau unit pastoral mempresentasikan profil mereka. Sesi ini dibagi menjadi dua termin, termin pertama 12 paroki/unit paroki dan termin ke dua 12 paroki/unit paroki.

Sejarah Gereja Lampung tidak bisa lepas dari sejarah gereja Sumatera Bagian selatan dan sejarah Gereja Dunia. Saat ini Keuskupan Tanjungkarang sudah terdiri dari 16 paroki dan 8 unit pastoral (UP).

Disatu sisi hal ini merupakan perkembangan sejarah yang baik, namun disisi lain dengan perkembangan ini diperlukan pengelolaan pastoral yang profesional dan kharismatis.

Arah dari semua paroki/UP saat ini menuju kepada kemandirian, baik secara managemen maupun pelayanan pastoral.

Dalam panorama ini terungkap ada begitu banyak keindahan kehidupan menggereja di masing-masing paroki/UP, dimulai dari pusat Katedral dan ditutup dengan UP St. Theodorus Liwa, Lampung Barat.***

Penulis : RP Yohanes Dwi Wicaksono, SCJ

Editor   : Robert

48 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *