Pemuda Katolik Komcab Bandar Lampung Bantu GP Ansor dan Banser NU Dirikan Posko Mudik

Pasukan bermotor serbaguna (Pamors) Pemuda Katolik Komcab) Bandar Lampung.

Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Marcus Budi Santoso (tengah, barisan depan) bersama Pasukan bermotor serbaguna (Pamors) Pemuda Katolik Komcab Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Sebuah “pemandangan indah” bentuk toleransi antaragama terjadi di Bandar Lampung. Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Bandar Lampung bersama GP Ansor dan Banser NU terlibat dalam pendirian Posko Mudik 2017.

“Posko Mudik Kebhinekaan” begitu nama Posko tersebut dinamai, didirikan di Jalan Soekarnao-Hatta Km 10 Karang Maritim, Panjang, Bandar Lampung.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Bandar Lampung Laurentius Wendi kepada Radio Suara Wajar menceritakan keterlibatan organisasi yang dipimpinnya itu dalam pada pendirian posko ini.

“Pada awal puasa kemarin, Ketua PC GP Ansor Bandar Lampung Agung Zawil menelpon saya mengajak bersama mengkonsep posko mudik kebhinekaan. Saya langsung iyakan. Saya langsung kordinasi dengan ketua bidang hubungan antar umat beragama,  Agustinus Sitohang dan kepada lembaga khusus kita yaitu pasukan bermotor (pamors) Pemuda Katolik atau pasukan bermotor serbaguna,” bebernya pada Sabtu petang, Sabtu 24 Juni 2017.

Menurut Laurentius, konsep “Posko Mudik Kebhinekaan” yang digagas selain sebagai bentuk kemanusiaan memberi manfaat kepada pemudik untuk beristiirahat juga sebagai wujud nyata kerukunan antar umat beragama di Bandar Lampung yang selalu terjaga dengan baik.

“Pemudik mampir akan disediakan tempat istirahat, toilet, air mineral, makanan ringan. Yang paling utama pemudik disuguhkan pemandangan Pemuda Ansor dan Oemuda Katolik yang walaupun beda keyakinan, beda seragam tapi bisa bahu membahu berbuat sesuatu bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya Posko Mudik Kebhinekaan ini dibuka pada H-7 sampai H+7 Idul Fitri 2017. “Setiap malam rata rata 5-10 anggota kita (Pemuda Katolik) di posko untuk membantu para pemudik,” jelas Laurentius.

Dengan pendirian poko tersebut Laurentius menaruh harapan besar tentang keberagaman dan toleransi di Provinsi Lampung.

“Harapan secara luas bahwa cinta NKRI dan Pancasila itu harus dibuktikan bukan cuma update status. Kami mau menunjukan bahwa walaupun kami berbeda, kami bisa kerja sama karena kita adalah sama-sama lahir dari rahim Ibu Pertiwi. Dan melalui kegiatan ini kami mau berkontribusi dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Bagi Pemuda Katolik, Idul Fitri bukan hari raya yg kami rayakan. Tapi dengan hati tabg ikhlas kami ingin saudara-saudara kami yang Muslim yang melakukan perjalanan mudik bisa selamat sampai tujuan dan bisa berlebaran di kampung halaman. Karena inilah cara kami menghayati 100% Katolik 100 % Indonesia,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung Marcus Budi Santoso menaruh apresiasi dan rasa bangganya terhadap pendirian Posko Mudik Kebhinekaan tersebut.

“Saya sangat bangga dan apresiasi kepada sahabat Banser NU, GP Ansor dan kader-kader Pemuda Katolik yang sudah mendukung dan merelakan waktunya untuk membantu proses kelancaran mudik lebaran. Ini wujud rasa cinta dan kontribusi kita terhadap Negeri ini, sebagai sesama umat. Semoga kebersamaan ini menginspirasi umat dan membawa berkat untul semua,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, tidak kurang 604 Posko Mudik Lebaran pada tahun 2017 ini didirikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Indonesia. Ratusan posko mudik lebaran ini didirikan secara sukarela dan mandiri oleh kader Inti Gerakan Pemuda Ansor, dan tersebar mulai dari Jakarta hingga Papua, termasuk di Bandar Lampung.***

Reporter : Robert

68 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *