Syukur 40 Th Imamat Mgr. Agustinus Agus

Mgr. Agustinus Agus bersama Mgr. Hieronimus Bumbun OFMCap dan para imam di Seminari Antonio Ventimiglia di Siantan dalam perayaan 40 tahun imamat.  (Poto: dok Royani Lim)

Mgr. Agustinus Agus bersama Mgr. Hieronimus Bumbun OFMCap dan para imam di Seminari Antonio Ventimiglia di Siantan dalam perayaan 40 tahun imamat. (Poto: dok Royani Lim)

RADIO SUARA WAJAR – Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Dr. Agustinus Agus pada Senin (19/7) memperingati 40 tahun tahbisan imamatnya. Ekaristi syukur 40 tahun imamat ini dilaksankan Seminari Antonino Ventimiglia di Siantan, Pontianak, Kalimantan Barat.

Hadir dalam ekaristi syukur itu yakni Mgr. Hieronimus Bumbum OFMCap serta kurang lebih 80 imam di Keuskupan Agung Pontianak.

Mgr. Agustinus Agus, kelahiran Lintang, 22 November 1949 menerima tahbisan diakonatnya dari Kardinal Justinus Darmojuwono, Uskup Agung Semarang waktu itu. Menerima tahbisan imamat pada tanggal 6 Juni 1977 oleh Mgr. Hieronimus Bumbum OFMCap yang waktu itu menjabat sebagai Uskup Agung Pontianak.

Motto tahbisan imam Mgr. Agus adalah ‘Tuhan adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya (Mazmur 28:8)’.”

Mgr. Agus merefleksikan bagaimana Tuhan sangat mencintainya. Walaupun banyak kendala dalam simpul kehidupannya tetapi semua teratasi dan sekarang dia bisa merayakan 40 tahun imamatnya.

Mgr. Agus memaknai perjalanan hidup yang berlika-liku sebagai bukti besarnya cinta Tuhan. “Tuhan bisa memilih siapa saja, bahkan anak kampung seperti saya yang minder dan keras kepala ini.”

“Waktu di seminari, saya hampir dikeluarkan karena menulis surat kritik keras terhadap seorang suster yang kaku memegang aturan,” cerita Mgr. Agus disambut tawa umat yang memenuhi pelataran Seminari Antonino Ventimiglia tersebut.

Teman seangkatannya di seminari berjumlah 15 orang.  Setengahnya tidak selesai sampai jenjang imamat, tetapi dari kelompok kecil itu telah lahir dua orang uskup agung. Selain Mgr. Agus sendiri, temannya adalah almarhum Mgr. Pujasumarta, Uskup Agung Semarang yang meninggal di bulan November 2015.

Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di kompleks seminari. (sesawi.net-mr.jo)

 

95 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *