Rekoleksi panitia dan volunteer AYD 2017

Panitia dan volunteer AYD 2017 mengadakan rekoleksi di Auditorium Driyarkara, Yogyakarta, Minggu 18 Juni 2017 (poto dok.asianyouthday.org)

Panitia dan volunteer AYD 2017 mengadakan rekoleksi di Auditorium Driyarkara, Yogyakarta, Minggu 18 Juni 2017 (poto dok.asianyouthday.org)

RADIO SUARA WAJAR – Kurang lebih 600 orang panitia dan volunteer Asian Youth Day 2017 mengadakan rekoleksi di Auditorium Driyarkara, Yogyakarta, pada Minggu (18/06/17).

Rekoleksi sehari itu menghadirkan Romo Yohanes Dwi Harsanto dan Gerard Martin Thema dalam sesi yang pertama. Romo Santo mengajak untuk kembali mendefinisikan ulang, merekonstruksi ulang arti kegembiraan dalam mengikuti perlehatan temu raya orang muda ini. Romo Santo juga meminta peserta untuk menuliskan harapan-harapan para panitia dan segenap volunteer dalam acara tiga tahunan ini.

Sementara itu Gerard mengajak peserta untuk bertemu dengan keceriaan yang dirasakan oleh calon-calon peserta AYD 7 dari pelbagai penjuru Asia. Melalui video yang ditampilkan, yaitu video kemeriahan World Youth Day dan video greeting dari orang muda Katolik Asia, segenap panitia serta volunteer menjadi ikut merinding sekaligus bangga bisa menjadi bagian dalam kesempatan ini.

Sesi kedua diisi oleh Romo Andreas Setyawan SJ yang  mengajak beberapa perwakilan dari beberapa divisi untuk berbagi pengalamannya di depan hampir 600-an orang. Gigih Adiguna, perwakilan dari Tim Publikasi AYD menggambarkan bahwa segenap orang yang terlihat dalam acara akbar ini ibaratnya adalah akar, akar yang sangat banyak, yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, akar-akar ini, bekerja untuk satu tubuh yang sama. “Itulah Asian Youth Day 2017”.

Dalam rekoleksi itu hadir pula Mgr. Robertus Rubiyatmoko dan Mgr. Pius Riana Prabdi. Mgr Pius memberikan apresiasi dan penguatan kepada segenap usaha-usaha yang telah dan sedang dilakukan demi kesuksesan AYD 7 Indonesia ini.

Mgr. Ruby bersama Mgr. Pius memimpin para panitia dan volunteer yang hadir untuk bersama menyanyikan theme song Asian Youth Day. 

Seluruh proses rekoleksi itu dirangkum dalam perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Kesukupan Agung Semarang.

Dalam homilinya, Mgr. Ruby menanyakan esensi pelayanan para panitia dan volunteer hingga saat ini. Apapun motif dan tujuannya, semua yang ikut berkontribusi dalam kegiatan ini adalah anggota yang sama dan berkumpul menjadi satu tubuh di dalam Kristus. Sebuah kesempatan yang sungguh luar biasa dan membanggakan ketika bisa menjadi bagian dalam Asian Youth Day 2017. Terlepas dari esensinya sebagai sebuah acara, atau perayaan atau mungkin ajang perjumpaan, AYD adalah wadah bagi pelayanan kasih serta syukur kepada Tuhan. Kita di sini adalah satu tubuh, dengan banyak anggota dan satu tujuan demi nama-Nya. Salam Joyful Joss! (asianyouthday.org-mr.jo)

 

91 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *