Waktu Berkualitas Cegah Anak Masuk Geng Motor

Ilustrasi Geng Motor

RADIO SUARA WAJAR – Geng motor menjadi fenomena yang semakin marak dalam lingkungan anak jaman ini. Dampak atau efek dari geng motor adalah kekerasan yang mengarah pada kejahatan, bahkan juga pembunuhan. Orang tua yang mempunyai anak laki-laki remaja pasti akan kuatir dan was-was, jangan sampai sang buat hati terlibat dalam geng motor.

Apa yang harus dilakukan oleh orang tua untuk mencegah itu?

Seorang praktisi hipnoterapi, Yulianti Wijoyo, mengadakan wawancara hipnoterapi dengan seorang remaja berinisial K (18), anggota geng motor sekaligus pembuat senjata tajam yang belum lama ini ditangkap.

Dalam wawancara itu, K mengaku bahwa dirinya ingin terlihat eksis dan mendapat perhatian. Sesuatu yang disebutnya tak pernah diperolehnya saat berada di rumah.

Dari proses itu, Yulianti mempunyai kesimpulan bahwa kurangnya perhatian keluarga ditengarai menjadi penyebab terjerumusnya seorang remaja menjadi anggota geng motor yang terlibat kekerasan jalanan.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa ada lima bentuk perhatian yang perlu diberikan keluarga, terutama orang tua agar anaknya tidak melakukan kejahatan. Yulianti mengistilahkan perhatian itu sebagai bahasa kasih.

Di Mapolresta Depok, Selasa (13/6/2017), Yulianti menjelaskan bahwa bahasa kasih ada lima, yakni waktu yang berkualitas, hadiah, sentuhan fisik, pelayanan, dan pujian. Menurutnya itu semua mesti diisi.

Yulianti menyatakan, perhatian perlu diberikan setiap hari. Ia bahkan mengibaratkannya ponsel yang perlu diisi baterainya.

Menurut dia, memberi perhatian bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana dan tidak harus dilakukan dengan mahal. Seperti memberi hadiah enggak usah yang mahal-mahal. Misalnya orang tua datang dari luar, bawain aja satai padang. Makanan kesukaannya apa. Itu sudah menjadi hadiah buat anak-anak

Yulianti berpendapat, tanpa adanya perhatian keluarga, seorang remaja mantan anggota geng motor bisa kembali lagi ke dunia lamanya, meskipun dia sudah menjalani hukuman pidana.

Hal itu disebabkan adanya kekosongan jiwa dan kebutuhan akan perhatian. “Negara kuat dari rumah. Jadi peran keluarga sangat penting. Kalau dari keluarga sudah tenang enggak akan terjadi kok,” ucap Yulianti.(kompas.com)

 

61 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *