Kopdit Mekar Sai Lampung Menerima Kunjungan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Utara

Rombongan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Utara bersama pengurus dan manajemen KSP Kopdit Mekar Sai di aula setempat, Selasa 13 Juni 2017.

Rombongan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Utara bersama pengurus dan manajemen KSP Kopdit Mekar Sai di aula setempat, Selasa 13 Juni 2017.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Mekar Sai Lampung mendapat kunjungan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Utara, Selasa 13 Juni 2017.

Ketua Pengurus KSP Kopdit Mekar Sai Lampung Andreas Muhi Pukai dan Sekretaris Yohanes De Deo Widyastoko menyambut langsung kedatangan mereka di aula pertemuan lantai dua gedung setempat, Jalan Ir. H. Juanda No.75 Pahoman, Bandar Lampung.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Sulut Ch. E. Talumepa yang memimpin langsung rombongan sekitar tujuh orang tersebut. Mereka didampingi pula beberapa pejabat dari Dinas Koperasi UKM Provinsi Lampung.

Pada kata pengantarnya Kepala Dinas Koperasi UKM Daerah Provinsi Sulut Ch. E. Talumepa menyampikan tujuan kunjungannya untuk study banding pada koperasi konvensional terbesar di Lampung ini.

“Kami ingin tahu sejauh mana Mekar Sai melayani anggota, bagaimana menghimpun dana, dan juga bagimana bunga yang diterapkan baik di simpanan dan pada pinjaman,” kata Ch. E. Talumepa.

Sekretaris Pengurus KSP Kopdit Mekar Sai Lampung Yohanes de Deo Widyastoko mengatakan, ini adalah kesekian kalinya pihaknya menerima kunjungan dari Dinas UKM maupun lembaga lain dari luar Provinsi Lampung.

“Beberapa kali kami juga mendapatkan kunjungan, pernah kunjungan dari DPRD Jawa Tengah, kemudian dari Palu, Sulawesi Tengah, dan lain-lain,” kata de Deo pada wawancara live dengan Radio Suara Wajar Bandar Lampung beberapa saat lalu Selasa 13 Juni 2017.

Dedeo mengatakan pada pertemuan itu, pihaknya menyampaikan apa yang menjadi kunci keberhasilan Mekar Sai bisa berdiri kokoh hingga genap berusia 25 tahun pada 27 Januari 2017 lalu.

“Pada kesempatan itu kami juga sampaikan bahwa kami selalu pegang tiga tata kelola penting yakni eksternal, internal dan individual governance. Bahwa intinya adalah trasparansi, kita semua menyampaikan itu pada anggota, masyarakat dan pemerintah, laporan-laporan itu tidak ada yang kami tutup-tutupi,” katanya.

Untuk tata kelola kedua yang tidak kalah penting di Kopdit Mekar Sai menurut de Deo adalah internal.

“Bagaimana organisasi ini dibangun dengan struktur yang memang demokratis, yang harus mewakili ya kelompok-kelompok yang bisa jadi berdasarkan demografi. Harapan kami ada partisipasi dari peran gender, kemudian bagaimana keberlangsungan koperasi ini kita jaga, karena koperasi ini tidak dibangun untuk setahun dua tahun saja,” paparnya.

Tata kelola paling penting ketiga menurut Sekretaris Pengurus KSP Kopdit Mekar Sai ialah individual governance.

“Inilah yang mendasari semuanya, baik intern maupun eksternal. Maka komitmen, integritas harus dijaga karena bagaimanapun rusaknya koperasi dari pengurus, nah itu yang harus selalu kita siapkan. Maka kami punya semboyan pemimpin yang baik harus menyiapkan pempimpin-pemimpin berikutnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, di tengah tumbangnya 2.200-an koperasi di Lampung, Mekar Sai yang berdiri sejak 27 Januari 1992 lalu ini mampu bertahan kokoh hingga saat ini. Bahkan KSP Kopdit Mekar Sai memiliki visi strategis 2020 dengan 30.000 anggota dan aset 1,5 triliun rupiah.***

Reporter : Robert

76 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *