Renungan Harian, Sabtu 10 Juni 2017

janda-miskin

Sabtu Biasa IX

Bacaan: Markus 12:38-44

Yesus menasihatkan supaya hati-hati terhadap ahli-ahli Taurat

12:38 Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, 12:39 yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, 12:40 yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”

Persembahan seorang janda miskin

12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Renungan

Ada dua sikap yang berbeda dalam perikopa hari ini. Pertama sikap orang-orang terhormat yang justru tidak terhormat tindakannya, dan kedua sikap orang ‘tidak terhormat’ yang tindakannya terhormat. Sikap pertama menekankan sikap doa di ‘pasar’, sikap kedua menunjukkan sikap doa di altar. Jika dikaitkan dengan persembahan, sikap pertama adalah ‘pertunjukkan rohani’ yang jasmani, sementara sikap kedua adalah ungkapan jasmani yang ilahi.

Kedua sikap seperti itu menjadi bagian dari hidup kita. Disadari atau tidak, sikap seperti itu kadang masih menjadi bagian dari diri kita. Maunya kita selalu mempunyai sikap yang kedua, namun justru kadang yang terjadi kita ‘terjebak’ pada pertunjukan rohani.

Ahli taurat dan janda miskin memberikan pelajaran yang berharga bagi kita semua. Mereka juga memberikan pilihan untuk kita, mau menjadi seperti yang mana diri kita. Mau menjadi begitu terhormat dengan sikap yang pertama, atau menjadi begitu bahagia dan damai dengan sikap yang kedua.

Masing-masing dari kita mempunyai interesenya sendiri. Jika batin kita mengatakan seperti orang-orang yang terhormat, maka lakukanlah itu. Dengan demikian “Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat”. Ini adalah yang dikatakan Yesus. Jika kita hendak menjadi seperti janda miskin itu, yang ikhlas dan tulus sepenuh hati, itu tidak mudah dan perlu terus menerus belajar. Sanggup kah?

Mari kita terus menerus belajar menjadi terhormat karena apa yang kita kerjakan bermartabat, bukan karena sekedar penampilan fisik yang hebat.

 

122 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *