5 Tradisi Unik Saat Bulan Ramadan di Indonesia

Foto : pancastory.blogspot.com

Foto : pancastory.blogspot.com

RADIO SUARA WAJAR – Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan budaya dan tradisi. Bahkan banyak tradisi menarik yang dimiliki Indonesia, seperti tradisi saat bulan Ramadan.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia, membuat suasana bulan puasa di Indonesia sangat berbeda. Berikut lima kota di Indonesia yang memiliki tradisi unik di bulan puasa yang dikutip dari Skyscanner.

  1. Mandi Balimau di Padang, Sumatera Barat

Mandi Balimau merupakan tradisi masyarakat Minang yang dilaksanakan dalam menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini bertujuan menyucikan diri. Menariknya kegiatan ini dilakukan dengan cara mandi menggunakan jeruk nipis secara bersama-sama di pemandian umum atau sungai.

Umumnya, Pemandian Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah dan Sungai Lubuak Paraku di Kecamatan Lubuak Kilangan menjadi tempat pemandian yang sering digunakan. Anda bisa melihat ratusan warga melakukan tradisi ini sehari sebelum puasa mulai mulai pukul 16.00 WIB.

  1. Dugderan di Semarang, Jawa Tengah

Dugderan,  tradisi yang berada sejak masa kolonial dan berpusat di daerah Simpang Lima. Tradisi ini berupa pawai dari seluruh kalangan dan komunitas masyarakat yang digelar 1-2 minggu sebelum memasuki bulan Ramadan.

Tradisi ini menjadi semakin meriah dengan kehadiran petasan dan kembang api. Nama dugderan sendiri diambil dari suara letusan petasan dan kembang api. Selain pawai, dugderan juga diramaikan dengan pasar malam.

  1. Megibung di Denpasar, Bali

Meski penduduk Bali beragam Hindu, namun tak berarti tidak ada tradisi khusus saat bulan Ramadan di pulau ini. Warga Kampung Islam Kepaon, Denpasar, masih menjalankan tradisi Megibung, yakni berbuka puasa bersama di masjid setiap memasuki hari ke-10 bulan Ramadan.

Dalam bahasa Bali, megibung berarti makan bersama atau makan dalam satu wadah yang beralaskan daun pisang. Satu wadah dapat  dinikmati oleh 4-6 orang.

  1. Lebaran Topat di Lombok, NTB

Tujuh hari setelah merayakan Idul Fitri, masyarakat Lombok merayakan lebaran topat. Tradisi ini dimeriahkan dengan tradisi nyangkar.

Tradisi Nyangkar berupa arak-arakan cidomo atau delman hias yang mengangkut dulang berisi ketupat menuju pusat perayaan di makam Loang Baloq. Sementara lebaran topat digelar di pantai-pantai yang ada di sekitar Mataram dan Senggigi.

  1. Bagarakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Bagarakan merupakan salah satu tradisi dalam menyambut malam salikuran, yaitu malam kedua puluh satu bulan Ramadan. Kata bagarakan sendiri berarti berkarnaval atau pawai.

Menariknya, dalam karnaval akan ada dua kegiatan yang paling menonjol, yakni tradisi bagarakan tanglong (karnaval lampionberukuran besar) dan bagarakan sahur (membangunkan warga untuk sahur) yang berlokasi di Lapangan Murdjani.***

Editor    : Robert

Sumber : https://ramadan.sindonews.com

77 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *