Pemprov Lampung Terima Komisi B DPRD Provinsi Riau

Komisi B DPRD Provinsi Riau dalam rangka belajar belajar dari Provinsi Lampung dalam hal pengelolaan ternak hewan di Ruang Rapat Dinas Perkebunan dan Peternakan, Jumat 2 Mei 2017.

Komisi B DPRD Provinsi Riau dalam rangka belajar dari Provinsi Lampung dalam hal pengelolaan ternak hewan di Ruang Rapat Dinas Perkebunan dan Peternakan, Jumat 2 Mei 2017.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Potensi Peternakan Lampung tidak bisa dianggap remeh. Dengan daya tampung hingga mencapai 3,8 juta satuan ternak dan Sumber Daya Alam (SDM) yang memadai, Lampung berhasil menjadi salah satu daerah pengekspor ternak ke beberapa provinsi lain di Indonesia.

Bahkan Provinsi Riau turut tertarik untuk belajar “ilmu ternak” di Provinsi Lampung. Terbukti dengan kunjungan Komisi B DPRD Provinsi Riau dalam rangka belajar dari Provinsi Lampung dalam hal pengelolaan ternak hewan di Ruang Rapat Dinas Perkebunan dan Peternakan, Jumat 2 Mei 2017.

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Jabuk menjelaskan Provinsi Lampung memiliki potensi yang cukup besar baik dibidang peternakan,  perkebunan dan pertanian. Khusunya dibidang peternakan didukung oleh empat UPTD yakni UPTD balai pembibitan ternak dan pakan, UPTD balai inseminasi buatan daerah, UPTD laboratoroum kesehatan hewan dan ternak, dan UPTD pembibitan sapi PO,  serta dengan didukung 58 Unit puskeswan dan 6 RPH yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Lebih lanjut, Jabuk menjelaskan Provinsi Lampung sangat berpotensi di sektor peternakan dikarenakan memiliki lahan yang relatif cukup luas dengan daya tampung mencapai 3,8 juta satuan ternak (ST), tersedianya bahan baku pangan ruminansia yang melimpah serta memiliki SDM yang memadai.

“Dengan adanya potensi yang besar dan pengelolaan yang baik, di tahun 2016 Provinsi Lampung mampu memproduksi daging sapi 12.974.498 kg, susu 680.982 liter dan telur 49.781.690 kg,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lili Mawarti Kabid Peternakan menjelaskan guna mencapai Lampung Maju dan Sejahtera 2019, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan berupaya meningkatkan pembangunan ekonomi dan memperkuat kemandirian daerah dengan tujuan meningkatkan populasi, produksi dan produktivitas ternak, meningkatkan status kesehatan hewan, meningkatkan produk ternak yang asuh, meningkatkan pendapat ternak, mengembangkan usaha peternakan yang terintegritas.

“Upaya ini agar mencapai sasaran dalam meningkatkan produksi pangan asal ternak, peningkatan daya saing ternak, dan peningkatan pendapatan/kesejahteraan peternak,” kata Lili.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mengupayakan berbagai program pendukung diantaranya peningkatan kesejahteraan peternak, pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, peningkatan produksi hasil ternak, peningkatan pemasaran hasil produk peternakan,  peningkatan peternakan teknologi peternakan dan peningkatan konsumsi pangan hewan yang asuh.

“Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pemerintah Provinsi Lampung memberikan bantuan ternak kepada masyarakat, dengan melalui E-Proposal terlebih dahulu, yang selanjutnya di verifikasi guna diberikan kepada kelompok masyarakat yang diyakinin mampu mengembangkan sapi tersebut. Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga memperhatikan sistem pemeliharaan yang intensif atau dalam kandang yang mempermudah apabila sapi terjangkit penyakit, dan pemanfaatan kepada hasil pertanian guna dijadikan pakan ternak serta upaya meningkatkan SDM masyarakat dalam pengolahan ternak,” ujarnya.

Manahara Manurung Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau selaku ketua rombongan Komisi B menjelaskan Provinsi Riau merupakan provinsi dengan jumlah penduduk 6,5 juta jiwa, yang terdiri dari 12 kabupaten/kota dengan pekerjaan sebanyak 80% dibidang pertanian.

“Dalam bidang peternakan, Provinsi Riau melakukan ternak sapi, kambing, dan ayam. Tetapi masih belum bisa menghasilkan sebagaimana yang dihasilkan Provinsi Lampung. Hal ini berbanding terbalik dengan hasil pertaniannya yang mampu dijadikan pakan ternak. Harapannya dengan adanya kunjungan kerja ini mampu meniru pengelolaan ternak yang ada di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Karmila Sari Wakil Ketua Komisi B menjelaskan pihaknya baru pertama kali melakukan kunjungan di Lampung.

“Lampung merupakan salah satu pemasok utama sapi. Menjelang hari raya harga daging sapi mengalami kelonjakan harga, hal ini dikarenakan meningginya permintaan dari para konsumen sendiri. Untuk itu, dengan adanya kunjungan kerja ini pihaknya mampu belajar dari Provinsi Lampung dalam melakukan pengolahan, sehingga kedepannya mampu menyeimbangkan terjadinya kelonjakan harga tersebut,” jelasnya.***

Reporter : Robert

65 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *