Anggota DPD RI Asal Lampung Anang Prihantoro, Tolak Kepemimpinan Oesman Sapta Odang

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Lampung Ir. Anang Prihantoro saat menerima cindera mata dari Ketua STIE Gentiaras Bandar Lampung di kampus setempat, Selasa, 02 Mei 2017.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Lampung Ir. Anang Prihantoro saat menerima cindera mata dari Ketua STIE Gentiaras Bandar Lampung di kampus setempat, Selasa, 02 Mei 2017.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Lampung Ir. Anang Prihantoro menilai pelantikan pimpinan DPD Osman Sapta Odang, Damayanti Lubis, dan Nono Sampono adalah sebuah keputusan yang ilegal.

“Apa yang terjadi di DPD sejak katakanlah isue dan sekarang sudah terjadi pergantian pimpinan DPD secara ilegal. Jadi pergantian DPD secara ilegal ini merupakan contoh buruk yang enggak boleh terjadi di lembaga-lembaga lain. Ini betul-betul pemilihan yang brutal dan ilegal. Anak-anak muda, orang muda tidak boleh menjadikan ini acuan dan contoh,” kata Ir. Anang Prihantoro di STIE Gentiaras Bandar Lampung pada Selasa, 02 Mei 2017 lalu.

Menurut Anang pelantikan pimpinan DPD tersebut bertentangan dengan putusan MA bernomor 20 P/HUM/2017 yang menyatakan bahwa masa jabatan pimpinan DPD adalah lima tahun.

“Mahkamah Agung sudah memutuskan bahwa pemilihan pimpinan DPD tidak boleh terjadi pada 2,5 tahun, karena masa jabatan pimpinan adalah lima tahun. Dan pimpinan yang sah sekarang ada, kenapa ada pemilihan pimpinan? Yang aneh adalah kenapa Mahkamah Agung melalui wakil ketuanya melakukan pelantikan? Ini pertanyaan besar,” tandasnya.

Anang mendesak Komisi Yudisial menyelidiki akan hal yang menurutnya sangat memalukan dan jangan sampai terjadi di lembaga lain di Republik ini.

“Saya berharap Komisi Yudisial segera menyelidiki hal ini, ada apa dengan ini? Ini pelanggaran hukum yang luar biasa. Ini tontonan yang tidak layak ditonton oleh publik, masyarakat bangsa ini,” kata Anang Prihantoro.

Walau memang permasalah ini berpengarauh terhadap kinerja DPD secara keseluruhan, namun dia berkomitmen tetap memaksimalkan perannya sebagai wakil daerah.

“Tentu saja mempengeruhi (kinerja), tetapi bagi saya kerja-kerja sebagai wakil daerah saya tetap maksimalkan, saya tidak mau terpengaruh. Hanya ketika kita sidang di paripurna memang kita terpengaruh, jujur saja. Karena pimpinan yang ada, yang sekarang ini bukan pimpinan yang legal! Yang legal ada kok. Tetapi kalau kerja-kerja dengan daerah dengan rakyat saya kira saya enggak ada pengaruh, saya tetap memaksimalkan peran saya sebagai wakil daerah,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

102 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *