TPID Lampung Pastikan Pasokan Pangan Lebih Dari Cukup

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung Dikatakan Arief Hartawan (kanan). Foto : Robert

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung Dikatakan Arief Hartawan (kanan). Foto : Robert

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Harga-harga yang bahan pokok cenderung lebih stabil diklaim sebagai upaya antisipasi menjaga stabilitas harga yang telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

“Berbeda dengan fenomena beberapa tahun sebelumnya, pada saat menjelang dan selama bulan Ramadhan tahun lalu dan tahun ini, harga-harga bahan pokok cenderung lebih stabil,” kata Wakil Ketua TPID Provinsi Lampung Arief Hartawan dalam siaran pers yang diterima Radio Suara Wajar, Selasa 30 Mei 2017.

Menurut Arief Hartawan, beberapa upaya yang dilakukan untuk menjaga kecukupan pasokan bahan pangan yakni yang pertama, memantau kondisi pasokan, keamanan dan kelayakan pangan di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

“Kondisi pasokan bahan pangan strategis di Lampung saat ini dalam jumlah yang “AMAN” dan “LEBIH DARI CUKUP” untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung merayakan puasa Ramadhan dan Idul Fitri,” jelasnya.

Upaya yang kedua menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung Arief Hartawan yakni menyelenggarakan operasi pasar bekerjasama dengan Bulog dalam rangka stabilisasi harga secara terstruktur.

“Kemudia upaya ketiga, menyelenggarakan pasar murah bekerjasama dengan beberapa BUMN/D dan pihak swasta di hampir seluruh kota di Provinsi Lampung. Keempat, mempercepat penyaluran beras sejahtera (RASTRA) di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung kepada rumah tangga sasaran melalui optimalisasi fungsi Rumah Pangan Kita (RPK),” paparnya.

Dikatakan Arief Hartawan, upaya kelima mengawasi distribusi komoditas pangan antar daerah di Lampung dan mencegah penimbunan komoditas pangan.

“Keenam, memastikan ketersediaan BBM dan elpiji dalam jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat mengingat Lampung merupakan jalur perlintasan dari Sumatera ke Jawa dan sebaliknya,” jelasnya.

Masih menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung ini, harga acuan penjualan di konsumen untuk sejumlah komoditas penting yang disediakan oleh Bulog antara lain gula pasir Rp12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/lt, bawang putih Rp38.000/kg, daging sapi beku Rp80.000/kg, dan telur ayam Rp22.000/kg.

“Harga yang berlaku di pasar dalam praktiknya bisa lebih rendah dari harga acuan, misalnya harga telur ayam yang saat ini dijual oleh BULOG dalam kisaran Rp19.000-Rp19.500/kg,” jelasnya.

Dengan perkembangan tersebut, menurut Arief Hartawan, masyarakat seharusnya tidak perlu merasa khawatir karena persediaan pangan di Lampung jumlahnya lebih dari cukup dan Pemerintah Daerah bersama dengan Instansi terkait, baik yang tergabung dalam TPID maupun satgas pangan selalu siap untuk melakukan stabilisasi harga.

“Oleh karena itu, masyarakat hendaknya berbelanja dengan bijak, membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan menghindari konsumsi secara berlebihan. Jika perilaku konsumsi masyarakat terkendali, gejolak harga pangan tidak perlu terjadi,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

70 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *