Mengatasi Bau Mulut Selama Berpuasa

Foto : http://www.gudangkesehatan.com

Foto : http://www.gudangkesehatan.com

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Selama menjalankan ibadah puasa, masalah bau mulut seringkali menimbulkan ketidaknyamanan. Masalah yang kerap terjadi menjadi hambatan dalam pergaulan dan membuat minder. Selama bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia akan menunaikan ibadah puasa. Salah satu masalah paling umum selama puasa adalah bau mulut yang tidak sedap. Kondisi ini dalam istilah medis disebut halitosis. Apa yang menyebabkan bau mulut dan bagaimana cara mengatasinya?

Menurut drg. Felicia Melati, Sp.KGA., halitosis yang berasal dari kata halitus yang berarti napas dan osis yang berari patologis atau kelainan merupakan adanya bau atau odor yang tidak enak sewaktu udara terhembus.

“Saat puasa, halitosis atau bau tak sedap ini bisa memburuk, karena ada pemicunya,” jelas drg. Felicia.

Puasa membuat kita tak makan dan minum dalam periode waktu tertentu, sehingga tak ada stimulus saliva yang bekerja dan asupan cairan terbatas.

Saliva sendiri adalah agen pembersih alami yang mengandung enzim antibakteri dan menjaga keseimbangan bakteri dalam mulut.

“Kalau asupan cairan kurang dan tidak terjadi stimulus saliva, maka laju saliva menurun sehingga penumpukan bakteri terjadi, memicu terjadinya halitosis,” paparnya.

Penyebab bau mulut umumnya disebabkan penyakit seperti diabetes, merokok, penyakit ginjal, dan gangguan perut. Faktor lainnya adalah aktivitas bakteri yang berada di dalam mulut. Setelah mengetahui penyebabnya, kini kita bisa mengatasi bau mulut tidak sedap selama berpuasa.

Bau mulut juga dapat disebabkan penyakit sistemis seperti liver, lambung, saluran pernapasan serta ginjal akut. Sedangkan penyakit gigi dan mulut penyebab napas tak segar di antaranya gigi berlubang, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis.

Sebenarnya bau mulut saat menjalankan puasa tak perlu dirisaukan.

Simak beberapa tips sederhana mencegah bau mulut selama puasa, seperti dikutip dari holisticcare-dentalclinic.

1. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah secara benar. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25 persen karena memicu risiko kanker rongga mulut.

2. Rutin mengunjungi dokter gigi untuk mendapatkan pemeriksaan gigi dan mulut secara berkala, minimal 6 bulan sekali, terutama sebelum menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Karena bila ditemukan gangguan pada mulut, masalah bau mulut akan berlanjut meskipun Anda sudah menyikat gigi. Berkumur dengan obat kumur antiseptik sebenarnya tidak dianjurkan untuk menjadi rutinitas, karena dapat membunuh bakteri-bakteri berguna yang terdapat dalam mulut.

3. Rajin berkumur saat berwudhu dapat membantu mengurangi gejala mulut kering saat kita berpuasa, terutama bagi umat muslim yang menjalankan ibadah shalat lima waktu dalam sehari. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan bagi Anda yang berpuasa untuk mengalami kekeringan di rongga mulut.

4. Hindari rokok dan alkohol karena berefek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis. Alkohol mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.

5. Perbanyak konsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel saat sahur dan berbuka puasa. Kandungan vitamin dan mineral dalam buah dan sayuran dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut terutama saat berpuasa.

6. Biasakan memperbanyak minum air putih pada saat sahur dan berbuka puasa. Karena air putih adalah komponen utama dari air liur yang berfungsi untuk menyimpan mineral-mineral yang diperlukan gigi, sekaligus membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Air juga dapat mengandung fluoride yang dapat menjaga kelembaban gusi dan memperkuat enamel gigi. Hindari minuman yg mengandung soda dan kafein karena selain tidak baik untuk kesehatan tubuh karena menyebabkan dehidrasi, juga dapat merusak dan membuat gigi tidak putih lagi.

7. Keju yang rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan mengandung fosfat, dapat memperkuat email gigi, meningkatkan produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.

8. Asup makanan probiotik seperti yogurt yang memelihara pencernaan dan menghambat bau mulut.

Oleh karena itu dalam menjalankan ibadah puasa umat muslim tentu berhati-hati dalam memilih makanan yang dapat menyebabkan bau mulut serta penting untuk diperhatikan kebersihan mulut kita.***

Koresponden : Sherly

Sumber        : hellodoctor.co.id / doktersehat.com / Tabloidnova.grid.id

61 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *