Pemprov Lampung Dorong Pelaku Industri Kreatif Untuk Terus Berinovasi

Staf Ahli Bidang Ekubang Choiria Pandarita bersama Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat meninjau berbagai produk kerajinan pada acara temu karya insan kreatif berbasis budaya di Mall Boemi Kedaton, Kamis 18 Mei 2017.

Staf Ahli Bidang Ekubang Choiria Pandarita bersama Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat meninjau berbagai produk kerajinan pada acara temu karya insan kreatif berbasis budaya di Mall Boemi Kedaton, Kamis 18 Mei 2017.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Pemerintah Provinsi Lampung berupaya meningkatkan kreatifitas dan inovasi berbasis budaya guna meningkatkan perekonomian. Salah satunya dengan digelarnya acara temu karya insan kreatif berbasis budaya di Mall Boemi Kedaton, Kamis 18 Mei 2017.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Ekubang Choiria Pandarita menjelaskan Provinsi Lampung memiliki beragam seni budaya, baik adat-istiadat maupun hasil kerajinannya. Untuk itu, diperlukannya sentuhan kreatifitas dan inovasi dari para insan kreatif guna melahirkan seni yang bernilai ekonomis.

“Dengan adanya sentuhan kreatifitas dan inovasi dari insan kreatif, maka akan mampu melahirkan ekonomi kreatif yang akan menjadi salah satu pilar perekonomian yang ada di Provinsi Lampung. Oleh karenanya, kita tidak bisa selamanya mengandalkan dari sumber daya alam, industri,  pertanian maupun teknologi informasi tetapi juga perekonomian yang digerakkan oleh industri kreatif,” kata Choiria.

Lebih lanjut, Choiria menjelaskan generasi muda di Provinsi Lampung mempunyai potensi besar untuk masuk ke industri kreatif, baik dibidang fotografi, fashion, seni pertunjukan, seni tradisi, kuliner dan masih banyak lagi yang mampu dikembangkan.

“Provinsi Lampung memiliki kesempatan yang besar guna bersaing secara nasional, yaitu dibidang industri kreatif,  bidang ekonomi kreatif,  dan utamanya yang berbasis kreatif budaya lokal. Hal ini dikarenakan budaya lokal mempunyai ciri khas yang mampu meningkatkan citra dan identitas budaya Lampung,” jelasnya.

Lebih dari itu, Choiria menjelaskan tapis Lampung sudah tercatat mendapat penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional dari Kementerian Pariwisata dan Budaya. Selain itu, pada tahun 2016, tapis Lampung yang digunakan miss internasional, memperoleh juara 1 dunia.

“Ini sangat membanggakan provinsi lampung. Ini tak lepas dari hasil kerja keras kita yang semakin baik berkat inovai dan kreatif. Diharapkan semua pihak dari kabupaten/kota mampu menjaga dan menambah warisan budaya tak benda. Jangan sampai provinsi lain terus bertambah sedangkan Provinsi kita mengalami penurunan,” ucapnya.

Choiria berharap melalui acara ini mampu menjadi wadah dalam mempromosikan berbagai jenis produk ekonomi kreatif Lampung,  menjadi wahana inspirasi serta mendorong terbukanya pelaku ekonomi kreatif yang mampu mendukung perekonomian Lampung.

“Dengan digelarnya acara temu karya insan kreatif berbasis budaya mampu menjadi salah satu cara dalam mempromosikan Provinsi Lampung. Untuk itu, perlunya sinergi pelaku industri dan ekonomi kreatif, dan para stake holder guna menciptakan inovasi dan kreatifitas berbasis seni budaya yang mampu meningkatkan perekonomian Lampung,” harapnya.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjelaskan acara ini merupakan program gubernur Lampung M. Ridho Ficardo yang sangat baik dan memiliki momentum bagus.

“Kegiatan ini merupakan momentum baik, karena sedang meningkatnya insan kreatif mulai dari fashion, kerajinan tangan, kuliner dan masih banyak lagi yang mampu berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga Lampung,” jelas Dendi.

Lebih lanjut, dendi menjelaskan bahwa sumber daya manusia di Lampung tidak kalah saing dengan Provinsi yang lain. Dengan adanya kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap kreatifitas  yang membawa khasanah adat budaya lampung.

“Bagaimana orang lain mampu mengenal dan, kalau diri kita sendiri tidak mencintai adat budaya Lampung,” kata Dendi.

Sementara itu, Ketua panitia Sufendi melaporkan acara dilaksanakan sejak tanggal 17-19 Mei 2017.

“Dalam acara ini terdapat beberapa rangkaian kegiatan yaitu pameran produk kreatif, pagelaran seni budaya,  pameran fotografi,  fashion show dan launching buku “kiprah potensi ekonomi kreatif berbasis budaya,” katanya.***

Reporter : Robert

72 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *