Lampung Lima Besar Tujuan Wisatawan dari Jakarta

Gubernur Lampung M Ridho Fiacardo pada sesi pariwisata Lampung di ajang Jakarta Marketing Week (JMW), di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu 6 Mei 2017.

Gubernur Lampung M Ridho Fiacardo pada sesi pariwisata Lampung di ajang Jakarta Marketing Week (JMW), di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu 6 Mei 2017.

JAKARTA, RADIO SUARA WAJAR — Provinsi Lampung menjadi lima besar daerah tujuan wisatawan asal Jakarta di Indonesia, dalam dua tahun terakhir. Wisatawan Jakarta melirik Lampung karena dekat, mudah diakses, dan aman.

“Wisatawan asal asal Jakarta, terutama anak-anak muda mulai melirik Lampung sejak dua tahun terakhir. Tujuan favoritnya Krakatau, Teluk Kiluan, Taman Nasional Way Kanan, Pahawang, dan Tanjung Setia. Lampung selalu membuat anak-anak muda kembali, karena banyak tempat-tempat wisata baru,” kata Edi M. Yamin, pendiri Backpaper Jakarta. Itu diutarkaannya pada sesi pariwisata Lampung di ajang Jakarta Marketing Week (JMW), di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu 6 Mei 2017.

JMW merupakan ajang pemasaran yang digelar MarkPlus, Inc., selama 7 hari 70 jam nonstop, 3-9 Mei 2017. Pada acara ini, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo tampil satu jam mempromosikan ‘Lampung The Treasure of Sumatera’.

Turut mendampingi Gubernur Ridho, pakar pariwisata Sapta Nirwandar, Kepala Bappeda Taufik Hidayat, Kepala Dinas Perindustrian Tony Tobing, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Budiharto, dan Kepala Dinas Perdagangan Ferynia Mawardji.

Pada sesi talkshow yang dipandu pakar marketing Hermawan Kartajaya itu, Edi M. Yamin mengatakan komunitas Backpaper Jakarta yang menghimpun 2.700 anggota aktif, paling tidak lima kali sebulan membawa rombongan ke Lampung. Tingginya minat wisatawan ke Lampung, karena membaiknya citra Lampung di bidang keamanan dan masih alami.

Naiknya posisi Lampung di peta pariwisata, menurut Hermawan Kartajaya, mirip kisah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang semula cuma perlintasan menuju Bali, tapi kini menjadi daerah tujuan utama wisatawan.

“Lampung jangan hanya daerah perlintasan, tapi harus mampu seperti Banyuwangi. Jika tren kenaikan wisatawan terus meningkat, bukan tidak mungkin Lampung membayangi Bali,” kata Hermawan.

Herwmawan yakin Lampung bisa berbuat banyak di sektor pariwisata, dengan memanfaatkan keragaman suku, terutama warga Bali yang terbanyak di luar Provinsi Bali. Oleh karena itu, Hermawan meminta Gubernur Ridho tidak hanya membungkus Lampung dengan slogan ‘The Treasure of Sumatera’ tapi mencari moto lain, agar posisi Lampung tidak hanya daerah perlintasan.

Pakar pemasaran nomor satu Indonesia itu memberikan Gubernur Ridho dua julukan baru Lampung yakni ‘Sumatera Start From Lampung’ dan ‘The Gateway of Sumatera’.

“Lampung harus menjual kedekatannya dengan Jakarta. Ini persis seperti Banyuwangi yang dekat dengan Bali. Oleh karena itu, Lampung harus mengembangkan leasure tourisme dan mulai membidik wisatawan massal,” kata Hermawan.

Provinsi Lampung tak cukup hanya mengandalkan keindahan alam jika ingin menjadi destinasi unggulan. Keunggulan Lampung yang dekat dengan Jakarta, kata Hermawan, harus ditunjang akses, amenity, dan atraksi.

“Perekonomian Lampung bisa terdongkrak lewat pariwisata. Modalnya tak besar, tapi dampaknya luar biasa. Banyak daerah yang ekonominya naik karena pariwasata padahal jauh dari Jakarta,” kata Hermawan.***

Reporter : Robert

68 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *