Program COB dan Donasi Dalam Meraih Cakupan Semesta JKN-KIS

Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Benjamin Saut PS S.KM. MM. AAK.

Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Benjamin Saut PS S.KM. MM. AAK.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Benjamin Saut PS S.KM. MM. AAK. memberikan apresiasi  atas kepedulian dan dukungan dari PT. Permentech di Lampung dengan memberikan jaminan kesehatan bagi warga tidak mampu melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Kegiatan positif yang dilakukan Badan Usaha ini patut dicontoh Badan Usaha lainnya yang ada di Lampung.

“Semoga kepedulian Badan Usaha ini akan menggugah yang lainnya seperti Badan Usaha yang hadir dalam acara Gathering Badan Usaha dan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional bersama Brand Ambasador Ade Rai untuk membantu perlindungan kesehatan warga tidak mampu khususnya disekitar usahanya melalui CSR,” ujar Benjamin Saut PS pada acara Gathering Badan Usaha bersama Ade Rai, Senin 08 Mei 2017 di Swiss Belhotel Bandar Lampung.

Program JKN-KIS merupakan Program Gotong Royong, apabila disinergikan dengan Program CSR, maka JKN-KIS adalah sarana yang tepat karena peningkatan kesehatan adalah salah satu sasaran Program CSR. Dengan melakukan berbagai upaya sinergi bersama stakeholder termasuk Badan Usaha, BPJS Kesehatan dapat mencapai Universal Health coverage/kepesertaan jaminan kesehatan semesta di tahun 2019.

Untuk di Provinsi Lampung terdapat 5029 Badan Usaha, dengan rincian 3500 Badan Usaha telah menjadi Peserta JKN-KIS dan 1529 masih belum menjadi Peserta JKN-KIS. Melihat dari jumlah Badan Usaha yang potensial diharapakan Badan Usaha lainnya dapat menerapkan kebijakan CSR-nya untuk dapat membantu saudara-saudara kita yang belum mampu membayar iuran JKN-KIS.

“Kami terus berkomitmen untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat tidak mampu, salah satunya dengan memberikan akses perlindungan kesehatan melalui dana CSR, dan semoga bermanfaat bagi warga sekitar,” kata Suliyono selaku Kepala General Affair PT. Permentech.

Apa yang dilakukan pihaknya, sudah menjadi tanggung jawab kepada warga dan masyarakat yang tidak mampu di sekitar usaha untuk memiliki perlindungan kesehatan melalui JKN-KIS.

Pada kesempatan itu juga hadir Brand Ambasador BPJS Kesehatan yaitu Binaragawan Nasional Ade Rai mensosialisasikan pola hidup sehat kepada Badan Usaha  di Lampung. Ia mengatakan, Program JKN-KIS BPJS Kesehatan dengan visi “Gotong Royong Semua Tertolong” pada dasarnya kalau kita tidak menggunakannya, di luar sana pasti banyak yang membutuhkannya.

“Kehadiran saya pada kegiatan ini adalah upaya saya dalam mengajak masyarakat lebih cerdas akan kesehatan,” ujar Ade Rai. Maksudnya, kecerdasan itu merupakan kemandirian, bukan sebuah ketergantungan yang terjadi seperti saat ini.

Upgrade Kenyamanan Lewat CoB

Dalam acara tersebut, Benjamin Saut PS juga kembali menjelaskan mengenai aturan baru Coordination of Benefit (CoB) yang telah disempurnakan dari aturan sebelumnya dan lebih menguntungkan bagi peserta maupun perusahaan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT).

“Pertama, Jika dilihat dari sisi kepesertaan, jika sebelumnya Badan Usaha mendaftarkan langsung kepesertaan JKN-KIS ke BPJS Kesehatan, kini dengan terbitnya aturan baru CoB, Badan Usaha dapat mendaftarkan kepesertaan JKN-KIS melalui perusahaan AKT,” jelasnya.

Kedua,  menurut Benjamin Saud, dari sisi pembayaran iuran, jika dulu pembayaran iuran dilakukan secara terpisah antara iuran JKN-KIS dengan premi AKT, maka kini pembayaran iuran JKN-KIS dapat dilakukan bersamaan dengan pembayaran premi AKT.

“Ketiga jika dari segi pelayanan kesehatan, jika aturan CoB yang lama membatasi rujukan hanya dari FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, maka dalam aturan CoB baru, peserta CoB JKN-KIS dapat menggunakan rujukan yang berasal dari FKTP non BPJS Kesehatan yang bermitra dengan perusahaan AKT, dengan catatan rujukan tersebut untuk kasus non spesialistik,” katanya.

Agar COB bisa diimplementasikan, Benjamin Saut PS menekankan AKT perlu membuat variasi produk yang cocok dengan JKN-KIS. Misalnya, produk AKT  harus ada yang menggunakan sistem rujukan berjenjang dan FKTP sebagai gate keeper.

“Hal itu diperlukan karena Program JKN-KIS menganut prinsip kendali mutu dan biaya atau managed care,” pungkasnya.***

Reporter : Robert

66 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *