Paskah Bersama Anak-Anak Paroki Katedral Kristus Raja

Beberapa Romo ikut menari saat pertunjukan Tari Jaran Kepang dari Stasi Jatibaru dan Stasi Bawang, di Kompleks SMA Xaverius Bandar Lampung, Minggu 29 April 2017.

Beberapa Romo ikut menari bersama anak-anak saat pertunjukan Tari Jaran Kepang dari Unit Pastoral Jati Baru dan Stasi Bawang, di Kompleks SMA Xaverius Bandar Lampung, Minggu 29 April 2017.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR — Paroki Katedral Kristus Raja pada Minggu 30 April 2017, di kompleks SMA Xaverius Pahoman, Bandar Lampung mengadakan Paskah Bersama Anak-anak dengan tema “Keluargaku Bangkit Bersama Kristus”.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak dari Paroki Katedral Kristus Raja saja, melainkan Unit Pastoral Jati Baru dan stasi-stasi sekitar wilayah Katedral seperti Hanura dan Bawang. Anak-anak yang ikut serta pada perayaan paskah kali ini terdiri dari berbagai tingkat umur dari Pra TK hingga SMP.

Adapun Paskah bersama anak-anak ini merupakan salah satu kegiatan dari program tahunan yang diadakan oleh gabungan antara Bina Iman Anak (BIA), Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Sekami) dan Komuni Pertama.

Sr. Isabela, FSGM salah satu anggota panitia yang berhasil Radio Suara Wajar wawancara mengatakan bahwa pada kegiatan ini, pihaknya menggandeng anak-anak dari anggota Misdinar dan OMK.

“Diharapkan dengan banyaknya berbagai pihak yang terlibat semakin mempererat keakraban dan kebersamaan anak-anak,” katanya.

Paskah bersama anak-anak ini dimulai dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh RD. Andreas Sunaryo dan konselebran RD. Suhermanto.  Lebih dari seratus anak-anak sangat antusias dan semangat mendengarkan kotbah dua romo tersebut.

Dalam kotbahnya Romo Andre “berduet” dengan Romo Anton menjelaskan kepada anak-anak tentang arti telur paskah dan kelinci paskah.

Romo Anton menjelaskan bahwa retaknya telur yang sudah dierami oleh induk ayam mengakibatkan keluarnya anak ayam yang hidup.

Sedangkan tentang kelinci paskah dijelaskan bahwa biasanya kelinci saat beranak membuat lubang di tanah dari lubang itu keluarlah anak-anak kelinci.

“Kedua Peristiwa ini punya makna bahwa dari retaknya telur dan dari lubang kelinci ada kehidupan baru. Seperti peristiwa sengsara dan wafat Yesus, bahwa dari kubur bangkitlah Yesus yang hidup,” kata Romo.

Untuk memudahkan anak-anak mengingat Paskah, Romo Andre dan Romo Anton bahkan membuat singkatan dari Paskah yang artinya Pasti Aku Selamat Karena Allah Hidup.

Dalam wawancara dengan Radio Suara Wajar RD Andreas Sunaryo mengutarakan harapannya.

“Harapannya anak-anak bangkit bersama Kristus, bangkit bersama keluarga, rajin misa, rajin berdoa dan rajin yang baik-baik,” katanya yang mengaku terkesan dengan antusiasme anak-anak yang luar biasa.

Untuk diektahui, seusai Misa Kudus, kegiatan dilanjutkan dengan menghias telur Paskah yang telah disiapkan panita berikut pernak-perniknya.

Berbagai atraksi dari anak-anak juga ditampilkan pada acara ini  antara lain seperti tari anak-anak dari Lingkungan St. Martinus Kedamaian, Tari Jaran Kepang dari Unit Pastoral Jati Baru dan Stasi Bawang. Menjelang akhir acara dibagikan hadiah doorprize bagi anak-anak. Paskah Bersama ini ditutup dengan doa penutup dan berkat dari Romo Anton.***

Reporter : Sherly Gofar

130 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *