Warga Desa Way Gelam Keluhkan Debu Limbah Pabrik Gabah

Pabrik penggilangan gabah PT. Rezeki Pangan Mas di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Pabrik penggilangan gabah PT. Rezeki Pangan Mas di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

LAMPUNG SELATAN, RADIO SUARA WAJAR – Warga Desa Way Gelam Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan mengeluhkan aktifitas pabrik penggilangan padi PT. Rezeki Pangan Mas.

Warga mengeluhkan polusi udara dan limbah berupa debu yang begitu mengganggu aktifitas, terutama di area pabrik tersebut beroprasi.

Untung (35) Ketua RT.07 RW.03 Desa Way Gelam mengaku merasa dirugikan dengan polusi debu yang dikeluarkan penggilingan gabah saat beroprasi.

Setiap pabrik itu beroperasi limbah udara dan debu halus menerpa rumah, sehingga akan berdampak pada kesehatan keluarga dan anak-anak, kata Untung.

“Yang jelas masalahnya debu yang keluar dari pabrik itu. Kami mau jemur pakaian tidak bisa, kemudian banyak warga sini juga terserang gatal-gatal, kemudian warga yang menanam sayuran di sini ikut terdampak debu itu,” jelasnya pada Kamis 20 April 2017 saat dihubungi dari Bandar Lampung.

Untung berharap, pemilik pabrik dapat segera menindaklanjuti masalah ini.

“Kami ingginnya ketemu langsung dengan pemilik pabrik, karena selama ini kami kesulitan untuk menemuinya membicarakan permasalah ini,” katanya.

Warga di sekitar pabrik ini sebetulnya sangat mendukung akan keberadaan usaha pengolahan padi tersebut, namun pihak pemilik hendaknya memperhatikan keluhkan masyarakat, terutama masalah limbah udara, ujarnya.

Dihubungi terpisah malam ini, Jumat 21 April 2017 salah satu warga RT 7 yang tidak ingin disebutkan namanya mengeluhkan hal serupa.

“Jadi maunya masyarakat sini debunya itu jangan sampai mengganggu sampai ke rumah-rumah. Intinya limbah itu sangat mengganggu, sangat meresahkan sini lah,” katanya.

Dia dan warga dua RT yang terdampak yang berjumlah sekitar 30 kepala keluarga (KK) berkeinginan bisa bertemu dengan pemilik pabrik penggilingan gabah PT. Rezeki Pangan Mas.

“Mintanya kalau bisa bertemu Pak Haji (pemilik pabrik) langsung untuk cari solusi, cuma itu. Saya tegaskan kami enggak ada motif apapun, unsur politik atau atau unsur lainya ya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Rezeki Pangan Mas, Ruspian saat dihubungi pada Kamis 20 April 2017 mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk meminimalisir debu masuk ke area permukiman warga.

“Saya sudah upaya pasang waring (jaring). Tapi kalau gak saya bikin itu aja, temboknya akan kami tinggiin. Kalau masih ribut kan?,” katanya.

Ruspian berjanji pada Sabtu 22 April 2017 nanti akan menemui perwakilan warga.

“Ya nanti Sabtu saya ke sana, akan saya akan temui (warga)”, pungkasnya.***

Reporter : Robert

131 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *