Gerakan Tungku Api Keuskupan Timika

 

RADIO SUARA WAJAR – Keuskupan Timika pada Selasa, 18 April 2017, mengadakan misa HUT ke 13 Keuskupan. Keuskupan Timika yang meliputi Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya.

Dalam kesempatan itu, Uskup Timika, Mgr John Philip Saklil, Pr mengungkapkan program keuskupan untuk melindungi dan mengelola hak hidup masyarakat Papua yang masih bergantung pada dusun dan tanah warisan.

Melalui gerakan tungku api sebagai gerakan melindungi dan mengelola sumber hak hidup masyarakat lokal, bapak uskup mengajak para pastor untuk terlibat dalam program ini.

Selama ini Uskup Saklil sangat menentang dan mengkritik gaya hidup baru masyarakat Mimika yang menjual tanah warisan demi uang yang instant.

“Lebih baik tidak punya uang daripada tra punya dusun. Kita hidup dari tanah. Program ini berbasis masyarakat pemilik hak,” kata dia.

Gerakan Tungku Api, kata dia, merupakan upaya perlindungan pengelolaan hak sumber ekonomi masyarakat pemilik hak ulayat masyarakat asli Mimika, Amungme dan Kamoro.

Latar belakang gerakan ini adalah potret kemiskinan masyarakat pemilik hak ulayat akibat pertambahan penduduk di wilayah perkotaan, masuknya investor perkebunan yang membabat habis hutan sagu dan diganti perkebunan sawit, lahan tidur/tidak produktif, mental atau karakteristik pemilik dusun yang mudah dipengaruhi untuk menjual lahan.

Maka itu, bapak uskup meminta kepada semua umat Katolik terutama pemimpin gereja agar bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan. Paskah akan menjadi sukacita kalau tungku api keluarga tetap menyala. (Katoliknews –JubiPapua)

 

 

85 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *