Jelang Puasa dan Lebaran, Kebutuhan Pangan Pokok di Lampung Cukup

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, ir. Kusnardi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Ir. Kusnardi.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung memastikan stok kebutuhan pangan untuk masa puasa hingga lebaran mencukupi. Karenanya, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis harga kebutuhan pokok di pasar tradisional akan relatif stabil hingga lebaran nanti.

“Kita (Lampung) gak ada masalah ya. Ini belum panen raya nih, gudang bulog sudah penuh. Apalagi harga beras kan sudah turun, sekarang kan deflasi ini, bukan inflasi kita,” kata Kepada Dinas Ketahanan Provinsi Lampung Kusnardi di Bandar Lampung, Kamis 13 April 2017.

Kebutuhan pangan yang lain seperti daging, telur, bawang, cabai, dan lain-lain menurut Kusnardi juga tidak mengalami masalah. Semua mencukupi hingga puasa dan lebaran.

“Lampung ini konsumsi daging itu kebanyakan dipenuhi dari ayam, bukan dari sapi, walau pun kita produsen sapi, tapi konsumsi daging sapi kita itu termasuk rendah. Yang paling tinggi itu ayam, telur, setelah itu baru ikan dan daging merah sapi. Jadi intinya kita tidak ada masalah untuk ketersedian pangan,” kata Kusnardi.

Kusnardi memberkan, Provinsi Lampung juga tergabung dalam Mitra Praja Utama (MPU) guna menjaga ketersedian pangan dan kestabilan harga.

“Mitra Praja Utama itu provinsi-provinsi di Jawa, Sumatranya hanya Lampung, kemudian ditambah NNT, NTB dan Bali. Itu saling bekerjasama termasuk dalam ketahanan pangan,” jelasnya.

Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Lampung ini bahkan membeberkan rencana pertemuan MPU pada April 2017 ini yang hendak dibagikan software panen dan harga.

“Mudah-mudahan pertemuan MPU pada April 2017 ini, Jawa Tengah akan membagikan software panen dan harga. Jadi kita bisa tahu, berapa harga bawang di sini, berapa harga cabai di Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagainya. Kita bisa saling informasi, dan kita bisa saling mengisi di sana. Kalau misalanya cabai di Lampung cukup, di Jawa Tengah kurang, kita bisa langsung kirim ke sana,” terang Kusnardi.

Sebagaiman diketahui, mengutip data ketersedian dan konsumsi bahan pangan Provinsi Lampung (ASEM 2016) untuk komuditas padi tersedia 3.748.879 ton. Beras 2.277.691 ton, cabai merah 34.821 ton, telur ayam 79.782 ton dan daging sapi 12.991 ton.***

Reporter : Robert

115 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *