Penyandang Disabilitas Tuna Rungu Wicara di Lampung Dilatih

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni bersama 30 orang penyandang disabilitas tuna rungu wicara, di SLB PKK Bandar Lampung, Selasa 11 April 2017.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni bersama 30 orang penyandang disabilitas tuna rungu wicara, di SLB PKK Bandar Lampung, Selasa 11 April 2017.

BANDAR LAMPUNG, RADIO SUARA WAJAR – 30 orang penyandang disabilitas tuna rungu wicara di Lampung diberikan pelatihan pada 11-14 April 2017 di Sekolah Luar Biasa (SLB) PKK Bandar Lampung.

Pelatihan ini merupakan kerjasama Dinas Sosial Provinsi Lampung dengan Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) “Melati” Jakarta.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) “Melati”, Pujiyanto mengatakan pelatihan ini merupakan penjangkauan (outreach) anak-anak disabilitas.

“Harapannya agar penyandang disabilitas ini nantinya kedepan bisa mandiri,” jelas Pujiyanto di SLB PKK Bandar Lampung, Selasa 11 April 2017.

Pujiyanto menerangkan, PSBRW ini merupakan salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Sosial yang memiliki tugas mewujudkan program dan kegiatan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara melalui program khusus outreach.

“Semoga dengan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyandang disabilitas rungu wicara dalam berkomunikasi, melaksankanan kegiatan hidup sehari-hari, wirausaha dan bersosialisasi dengan lingkungan sosialnya,” kata Pujiyanto.

Setelah mengikuti pelatihan ini, lanjut Pujiyanto masing-masing peserta diberikan bantuan dana sebesar Rp. 2.850.000 dari Kementerian Sosial RI.

Kadis Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni mengatakan Pemprov Lampung selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas melalui berbagai bantuan dan pelatihan yang diberikan.

“Sebagaimana kebijakan Gubernur Lampung, Bapak Muhammad Ridho Ficardo dengan visinya Lampung Maju dan Sejahtera. Artinya apa? Rakyat maju dalam bidang teknologi dan keterampilan. Disamping itu rakyatnya tidak terpilah-pilah dan menjadi sejahtera, termasuk para penyandang disabilitas,” kata Sumarju.

Menurut Sumarju, walaupun mereka ini kekurangan dari fisik, namun diharapkan mandiri dari segi kemampuan.Mantan Karo Humas dan Protokol Provinsi Lampung ini juga berpesan pada masyarakat Lampung untuk tidak memandang sebelah mata pada para penyandang disabilitas.

“Kecacatan itu bukan aib untuk keluarga, bukan juga tidak bermanfaat. Namun disabilitas bukan merupakan hambatan untuk berkarya. Disabilitas jangan pernah dikasihani namun berilah kesempatan. Karena disabilitas punya hak yang sama seperti masyarakat biasa,” pungkas Sumarju.

Ketua Pelaksana Harian SLBPKK Bandar Lampung Ida Mustika Zaeni menyampaikan terima kasihnya pada Dinas Sosial Provinsi Lampung dan PSBRWMelatiatas kesempatan yang diberikan pada anak didiknya.

“SLB PKK ini merupakan SLB yang pertama didirikan di Lampung, tepatnya pada tahun 1982. Saat ini murid kami 252 orang. Yang belajar di sini tuna rungu, tuna grahita, bisu tuli dan terbelakang,” jelas perempuan yang pernah mendapatkan pengharagaanSatyalancana Karya Satya kelas III dari Presiden RI, 1992.

Sebagaimana diketahui, para peserta pelatihan berasal dari empat kabupaten/kota antara lain Bandar Lampung 18 orang, Lampung Utara 5 orang, Pesawaran 6 orang dan Pringsewu 1 orang.***

Reporter : Robert

131 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *