Mgr Yohanes Harun Yuwono : “Keluarga merupakan sekolah rohani”

Uskup Keuskupan Tanjungkarang Mgr. Yohanes Harun Yuwono saat perarakan Misa Krisma di Gereja Paroki Santo Yosef Pringsewu, Rabu 11 April 2017 dari pukul 17.00 Wib sampai 19.00 Wib.

Uskup Keuskupan Tanjungkarang Mgr. Yohanes Harun Yuwono saat perarakan Misa Krisma di Gereja Paroki Santo Yosef Pringsewu, Rabu 11 April 2017 dari pukul 17.00 Wib sampai 19.00 Wib.

PRINGSEWU, RADIO SUARA WAJAR — Mgr. Yohanes Harun Yuwono bersama seluruh imam di Keuskupan Tanjungkarang merayakan Misa Krisma. Misa yang juga dihadiri sekitar 700 umat katolik ini berlangsung di Gereja Paroki Santo Yosef Pringsewu, Rabu 11 April 2017 dari pukul 17.00 Wib sampai 19.00 Wib.

Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RD Yohanes Baptista Sujanto dan Pastor Kepala Paroki RD Andreas Sutrisno mendampingi Mgr. Yohanes Harun Yuwono sebagai Romo konselebran

Dalam homilinya Mgr. Yohanes Harun Yuwono menekankan akan pentingnya keteladanan dalam keluarga.

“Saya mengajak seluruh keluarga di untuk mendidik anak-anak melalui pembiasaan yang terus-menerus untuk menghayati nilai-nilai kebenaran, keadilan, kejujuran, solidaritas, toleransi, perdamaian, ketekunan, kerja keras, hemat dan sederhana. Dalam keluarga anak-anak perlu dididik untuk mencintai dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial,” kata Mgr Harun.

Perhatian terhadap keluarga ini menurut Mgr Harun selaras dengan tema Perpasgelar ke-III Keuskupan Tanjungkarang yakni “Keluarga adalah terang dunia dan garam masyarakat.”

“Keluarga adalah sekolah, maka dari itu harus diperjuangkan sehinga setiap anggota keluarga menjadi pribadi yang bermartabat dan baik. Kalau anak baik keluarga baik, kalau keluarga baik masyakat baik, dan kalau masyarakat baik negara juga baik,” pungkas Administrator Apostolik Keuskupan Pangkalpinang ini.

Sebagaimana diketahui, dalam Misa Krisma, Uskup memberkati tiga jenis minyak (zaitun) untuk berbagai macam pengurapan. Minyak Katekumen, untuk menguatkan para calon baptis dalam perjuangan melawan dosa; Minyak Orang Sakit, sebagai sarana penyembuhan jiwa dan raga; Minyak Krisma, sebagai tanda karunia Roh Kudus bagi penerima Sakramen Baptis, Krisma dan Imamat dan juga untuk mengurapi gereja, altar dan berbagai peralatan liturgi.***

Penulis  : Ancilla Cucu Lukman Ali

Editor   : Robert

146 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *